Norben Syukur
Norben Syukur
Norben Syukur

NYANYIAN PETANI

Sebakul doa kau bawah ke sawah

kau semaikan di sudut pematang hati

menanti musim panen yang tak lupa datang

membawa cinta untuk ibu yang tak kunjung henti

menyulam doa

di sudut pondok bersama kawanan pipit

Kau sambut panas dan dinginya bumi

dalam selimut lumpur kau lantunkan sajak

semua perut anak manusia

menari-nari sepanjang parit sawah

menanti panenan

dari petak-petak perjuanganmu

Tetes keringatmu menyuburkan ladang

cerita indah dari boca-boca desa

menanti sesuap nasi

pemberian ibu dari rahim dapur

setiap kali senja mengantarmu pulang

bersama cangkul dan sabit

menanti pagi

 


 

PELACUR TAMBANGĀ 

Lidahmu menari melumat perut bumi
Tangan-tangan najis mengelus pusat bumi penuh nafsu
Jari-jari baja, mengeruk memuntahkan bumi
Kau tertawa tak bernada, dikalah bumi mendesah kesakitan
Dasar kau pelacur tambang
Pelacur berdasi, otak di balik kehancuran bumi

Kau lecuti, seluruh baju dan celananya
Menelanjangi tubuhnya, yang tak berdosa
Kau jilat seluruh isi tubuhnya
Kau nyenyak di atas hangatnya, penderitaan rakyat
Kau biarkan tangisan mereka terbungkus debu tambang

Pelacur tambang
Bom keegoisan kau ledakan,
Di atas perut yang lapar
Kau tembakan meriam kejahatan
Di tengah kedahagaan rakyat..
Pelacur tambang kau bangsatā€¦.


Jakarta, Januari 2015

Norben Syukur merupakan pemuda kelahiran Cibal, Manggarai, Flores, NTT. Alumnus STF Driyarkara Jakarta ini, sekarang bekerja sebagai jurnalis di Jakarta.