BerandaPOLITIKPengacara Tersangka Korupsi Rokatenda...

Pengacara Tersangka Korupsi Rokatenda Akan Praperadilankan Kejari Maumere

Ilustrasi korupsi
Ilustrasi korupsi

Maumere, Floresa.co – Viktor Nekur, pengacara Yesti Susanti salah satu tersangka kasus pembangunan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk pengungsi Rokatenda di Kelurahan Hewuli mengatakan akan mempraperadilkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere.

Menurutnya, langkah hukum ini ditempuhkarena pihak Kejari salah dan atau keliru dalam menetapkan status tersangka terhadap kliennya.

Menurut Viktor, Yesti adalah korban dari konspirasi korupsi yang terjadi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka. Ia mengatakan Yesti melaksanakan pekerjaan membangun paket jamban berdasarkan kebutuhan BPBD untuk kebutuhan fasilitas MCK. Memang dalam item pembangunan dana pengungsi tidak dikenal paket jamban, hanya paket MCK.

Hal ini, kata dia, dapat dibuktikan melalui kuitansi yang telah dimodifikasi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sikka bersama bendahara dalam membuat laporan resmi mengenai pembangunan MCK.

“ Riilnya klien saya membangun jamban diluar item resmi negara tetapi anehnya klien saya dicaplok dalam laporan resmi negara “ ujarnya kepada Floresa.co saat ditemui di Maumere Rabu sore (28/1/2015).

“Saya menyarankan program MCK versi BPBD harus diadakan penyidikan serius untuk bisa mengungkap modus operandi dari Kalaksa dalam memecah – mecah bagian proyek untuk memberi keuntungan pada berbagai pihak yang diberi pekerjaan,” pungkasnya. (Laporan Mario Sina, Kontributor Floresa.co di Sikka)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.