BerandaPOLITIKMeski Tibo Kembalikan Dana...

Meski Tibo Kembalikan Dana Pengungsi Rokatenda, Tapi Proses Hukum Mesti Tetap Jalan

Ketua DPC PKB Sikka, Yoseph Karmianto Eri
Ketua DPC PKB Sikka, Yoseph Karmianto Eri

Maumere, Floresa.co – Langkah yang ditempuh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Sikka, Silvanus M Tibo dengan mengembalikan dana pengungsi Rokatenda yang sebelumnya diparkir di rekening pribadinya ke kas negara menuai apresiasi. Namun, aparat diharapkan tetap melanjutkan proses hukum.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sikka, Yoseph Karmianto Eri mengatakan, pengembalian uang Rp 175 juta itu menunjukkan bahwa soal dana yang ditransfer ke rekening pribadi sudah terang benderang sehingga Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere bisa lebih proaktif untuk segera menangkap Tibo.

Karmianto yang ditemui Rabu, (28/1/2015) di Kafe Gramedia, Maumere juga menyayangkan upaya yang telah ditempuh oleh Tibo.

Menurutnya inisiatif yang dilakukan Tibo memang sudah terlambat. Padahal semua sudah dilaporkan oleh DPC PKB Sikka ke kejaksaan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Lembaga Hukum PKB Sikka, Viktor Nekur.

Ditemui terpisah, Viktor mengatakan, pengembalian uang itu merupakan perbuatan yang sangat kasatria dan harusnya langkah ini bisa diikuti oleh para tersangka lainnya.

Lebih lanjut Viktor mengungkapkan, inisiatif mengembalikan uang menunjukkan bahwa Tibo secara hukum telah mengakui “perbuatan melawan hukum“ yang merugikan keuangan negara, secara khusus menyengsarakan korban bencana erupsi Rokatenda.

Ia mengharapkan penyidik lebih progresif dalam menanggapi niat baik Tibo mengembalikan dana tersebut dengan menangkapnya. Langkah ini penting ditempuh supaya menghindari hilangnya barang bukti.

Pada kesempatan itu, Karmianto juga menyangkan sikap Bupati Sikka yang tidak pro dalam pemberantasan korupsi.

Menurutnya, ini dibuktikan dengan tidak adanya sanksi tegas minimal sanksi “non job” kepada bawahannya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. (Mario Sina, Kontributor Maumere)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.