BerandaPOLITIKBila Dulla Menolak, Lebu...

Bila Dulla Menolak, Lebu Raya yang Akan Terbitkan IMB untuk Hotel di Pantai Pede

 

Ketua DPRD Mabar, Mateus Hamsi
Ketua DPRD Mabar, Mateus Hamsi

Labuan Bajo, Floresa.co- Gubernur NTT, Frans Lebu Raya memastikan akan tetap membangun hotel di Pantai Pede Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores. Padahal, berbagai elemen masyarkat di Labuan Bajo menolak keras rencana tersebut.

Hal itu disampikan Ketua DPRD Manggarai Barat Mateus Hamsi yang menemui Lebu Raya di Kupang, Senin (26/1/2015). Mengutip Gubernur, Hamsi mengatakan pembangunan akan segera dilakukan ketika izin mendirikan bangunan (IMB) diterbitkan oleh Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch.Dulla.

“Itu (IMB) belum dikeluarkan oleh bupati. Tapi kalau memang bupati tidak mengeluarkannya, maka gubernur sendiri yang akan keluarkan itu barang. Begitu penjelasan pak gubernur kemarin,”ujar Hamsi kepada Floresa.co, Selasa (27/1/2015).

Hamsi mengatakan dia bertemu dengan Lebu Raya selama satu jam lebih untuk menyampaikan semua aspirasi penolakan masyarakat Manggarai Barat terhadap rencana pembangunan hotel di Pantai Pede itu.

“Saya bilang kemarin, kami DPRD, kita sampaikan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Keinginan masyarakat itu kan harus kembalikan (aset Pantai Pede ke Pemda Mabar), tidak boleh bangun dululah, sebelum selesai masalah (pengalihan aset),” ujar Hamsi.

Namun, Hamsi mengatakan Gubernur tidak mengubah keputusannya. Provinsi akan tetap membangun hotel di Pantai Pede karena sudah dibuatkan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak investor.

“Akhirnya apa dia bilang, pokoknya gubernur tetap bersikap begitulah (bangun hotel) karena memang sudah dilakukan MoU segala macam, paling tinggal izin dari bupati saja, siap untuk dilaksanakan (dibangun hotelnya). Itu penjelasan pak gubernur kemarin,”ujar Hamsi.

Hamsi mengatakan posisinya memang hanya sebagai pembawa aspirasi. Dia mengaku meminta pertimbangan Gubernur NTT untuk membatalkan rencana pembangunan hotel itu sesuai aspirasi masyarakat Mabar.

“Saya bilang (ke gubernru), kami bawa aspirasi itu (penolakan masyarkat). Mau minta pertimbangan pak gubernur, kenapa kita bilang begitu (minta pertimbangan), karena memang ini aset provinsi. Saya bilang, makanya kami minta pertimbangan pak gubernur, kalau bisa keinginan masyarakat Manggarai Barat terpenuhi. Tapi kalau penjelasan seperti itu oleh gubernur, ya, sudah,”ujarnya. (PTD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Sejarah Kekuasaan di Manggarai Raya, dari Perang Todo vs Cibal, Hingga Pilkada Langsung

Floresa.co - Tahun 2015, menjadi momentum penting bagi Kabupaten Manggarai dan...

Inikah Penyebab Provinsi Flores Gagal Terbentuk Tahun 1956?

Floresa.co - Gagasan pembentukan provinsi Flores masih terus bergema hingga kini....

Dilantik Jadi Pjs Bupati, Marius Jelamu akan Dorong Pengembangan Pariwisata Manggarai

Kupang, Floresa.co - Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sudah melantik Kepala...

Data: Manggarai Raya Jadi Lumbung Padi untuk NTT

Floresa.co- Tiga kabupaten di Flores bagian barat yaitu Manggarai Timur, Manggarai,...

Soal Pantai Pede, Tini Tadeus Anggap Aktivis Tak Rasional

Labuan Bajo, Floresa.co - Penjabat Bupati Manggarai Barat Tini Tadeus menganggap...

Di Pilkada Mabar, Petrus Salamin Pinang Alo Basri Sebagai Wakil

  Jakarta, Floresa.co - Bakal Calon Bupati Petrus Pius Salamin sudah meminang...

Korban Kecelakaan Bis di Cancar Jadi Lima Orang

  Ruteng, Floresa.co - Korban meninggal akibat kecelakaan bis kayu di Cancar...

Dapat Nomor Dua, Nabit: Yang Penting Kerja Politik dan Program

Ruteng, Floresa.co - Pasangan Herybertus GL Nabit-Adolfus Gabur mendapat nomor urut...