BerandaPOLITIKTiga Pembunuhan Misterius di...

Tiga Pembunuhan Misterius di Alor Diduga Bermotif Politik

ilustrasi
Ilustrasi

Kalabahi, Floresa – Pembunuhan misterius yang terjadi di Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga terkait masalah politik.

Seorang warga yang meminta namanya tidak disebut mengingat situasi di Alor yang masih memanas mengatakan kepada Floresa.co, Selasa (20/1/2015), tiga pembunuhan misterius yang terjadi selama tiga pekan terakhir itu, memiliki benang merah.

Selain sama-sama masih misterius pelakunya, korbanya berasal dari daerah yang sama yaitu Pulau Pantar.

Sumber tersebut mengatakan mulanya masyarakat di Kalabahi menganggap pembunuhan tersebut adalah kriminal biasa yaitu dengan motif perkelahian antar geng.

Tetapi, belakangan dengan melihat latar belakang korban dari daerah yang sama, masyarakat mulai berspekulasi, pembunuhan tersebut memiliki muatan politik.

“Karena ini semua kejadianya terjadi pada orang Pantar, maka kemudian dikaitkan dengan politik antara bupati sekarang (Amon Djobo) dan bupati sebelumnya (Simeon Pally) yang memang belum ada suatu titik temu”, katanya.

“Bupati yang sebelumnya, Simeon Pally, orang Pantar, sekarang Amon Djobo orang Pura, Alor. Ini gesekan-gesekan Pemilukada yang terbawa sampai sekarang,” terang sumber tersebut menduga.

Bupati Alor Amon Djobo dan mantan Bupati Alor Semeon Pally belum bisa diminta konfirmasi dan keterangan terkait masalah ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga kasus pembunuhan terjadi secara beruntun.

Pertama, terjadi pada 23 Desember 2014 lalu, sekitar pukul 23.00 WITA yang menimpa anak dari salah satu petugas pelabuhan.

Kejadian kedua pada 7 Januari 2015, dengan korban Yustinus Mau. Saat peristiwa pembunuhan terjadi, Yustinus  sedang bersama mantan Bupati Alor, Simeon Pally. Keduanya baru saja kembali dari acara silahturahmi tahun baru sekitar pukul 23.00 WITA.

Kejadianya ketiga adalah pada 15 Januari 2015. Kali ini menimpa seorang mahasiswa Universitas Tribuan Kalabahi bernama Yosten Illu.

Mahasiswa semester enam yang tengah mengambil cuti itu dibantai di rumah majikannya. Kejadianya juga sekitar pukul 23.00 WITA.

Saat itu, Yosten yang bekerja sebagai kondektur itu sedang bersantai di teras rumah majikannya usai membersihkan mobil. Tiba-tiba tiga orang tak dikenal menyerang dan membantainya secara sadis hingga tewas.

Ketiga korban berasal dari Pantar. Korban pertama berasal dari Kecamatan Pantar Timur, korban kedua dari Kecamtan Pantar Tengah, dan korban terakhir dari Kecamatan Pantar. (PTD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Inikah Penyebab Provinsi Flores Gagal Terbentuk Tahun 1956?

Floresa.co - Gagasan pembentukan provinsi Flores masih terus bergema hingga kini....

Sejarah Kekuasaan di Manggarai Raya, dari Perang Todo vs Cibal, Hingga Pilkada Langsung

Floresa.co - Tahun 2015, menjadi momentum penting bagi Kabupaten Manggarai dan...

Siloam Bangun Rumah Sakit, Bagaimana Nasib RSUD Labuan Bajo?

  Labuan Bajo, Floresa.co - PT Siloam International Hospitals Tbk tahun 2015...

Data: Manggarai Raya Jadi Lumbung Padi untuk NTT

Floresa.co- Tiga kabupaten di Flores bagian barat yaitu Manggarai Timur, Manggarai,...

Soal Pantai Pede, Tini Tadeus Anggap Aktivis Tak Rasional

Labuan Bajo, Floresa.co - Penjabat Bupati Manggarai Barat Tini Tadeus menganggap...

Gaspar Ehok Hadir dalam Acara Penguatan Jurkam Gusti-Maria

Labuan Bajo, Floresa.co - Mantan Bupati Manggarai Gaspar Parang Ehok hari...

Korban Kecelakaan Bis di Cancar Jadi Lima Orang

  Ruteng, Floresa.co - Korban meninggal akibat kecelakaan bis kayu di Cancar...

Ini Bakal Calon Bupati Manggarai yang Mendaftar Ke Gerindra

  Ruteng, Floresa.co - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indoensia Raya...