BerandaNUSANTARASBY: Golkar Tidak Konsisten,...

SBY: Golkar Tidak Konsisten, Ingkar Kesepakatan

Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia

Floresa.co – Mantan Presiden Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono bereaksi terhadap rencana Partai Golkar menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung.

Perppu tersebut diterbitkan semasa SBY menjadi presiden untuk menggantikan UU No 22 tahun 2014 tentang Pilkada. UU ini menggantikan Pilkada langsung menjadi Pilkada oleh DPRD.

Partai Golkar yang semasa SBY menjadi presiden setuju dengan penerbitan Perppu belakangan saat Musyawarah Nasional di Bali awal Desember ini menyatakan menolak Perppu tersebut.

Terhadap perubahan sikap politik partai beringin ini, SBY pun menyampaikan sikapnya melalui akun Twitter-nya pada Kamis malam (4/12/2014).

“Sikap ini saya sampaikan dalam 2 kapasitas, sebagai mantan Presiden yang keluarkan Perppu tersebut dan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” tulisnya.

SBY bercerita saat menuliskan tweet-nya itu, dia memegang nota Kesepakatan Bersama 6 Parpol tanggal 1 Oktober 2014 untuk dukung Perppu usul Pemerintah. Nota Kesepakatan ini, tulisnya, ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PKS dan PPP. Khusus PPP, hanya Ketum.

“Nota Kesepakatan ini saya terima tanggal 1 Oktober 2014 sore hari di Jakarta, sebelum dilaksanakan pemilihan Pimpinan DPR RI,” tulisnya.

Lebih lanjut SBY menulis, waktu itu Partai Demokrat bersedia bersama Koalisi Merah Putih dalam kepemimpinan DPR dan MPR, dengan syarat (mutlak) Koalisi Merah Putih harus menyetujui dan mendukung Perppu.

“Kini, secara sepihak Partai Golkar menolak Perppu, berarti mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Bagi saya hal begini amat prinsip,” tulisnya.

SBY menuding Golkar adalah partai yang tak konsisten dan tak layak lagi untuk bekerja sama dengannya.

“Tidak mungkin Partai Demokrat bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang tidak konsisten, ingkar kesepakatan dan tinggalkan komitmen begitu saja. Saya menganut politik yang berkarakter, bermoral, bisa dipercaya dan satu kata dengan perbuatan. Rakyat menginginkan politik seperti ini,” tulisnya.

SBY mengatakan partainya akan tetap memperjuangkan pemilihan kepala daerah secara langsung. “Saya dan Partai Demokrat meminta dukungan rakyat Indonesia pecinta demokrasi, agar Perppu Pilkada Langsung ini bisa lolos di DPR nanti,” tambahnya.

Dia pun sudah meminta pimpinan Partai Demokrat untuk mulai menjalin komunikasi dengan PDIP  dan  Koalisi Indonesia Hebat, agar bersama-sama memperjuangkan lolosnya Perppu tersebut.

“Bagi saya, politik juga tentang kebenaran. Politik akan indah jika para pelakunya sungguh memegang etika dan juga bisa dipercaya,” tandasnya.

Diakhir kicauannya, SBY mengungkapkan sebenarnya saat ini dirinya ingin menyepi dari hiruk-pikuk politik.

“Tetapi, keadaan mengharuskan saya untuk mengambil sikap tegas dan terang,” pungkasnya. (PTD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.