BerandaNUSANTARARenald Kasali: Sekolah Katolik...

Renald Kasali: Sekolah Katolik Kurang Perhatikan Kecerdasan Menggunakan Kecerdasan

Renald Khasali

Floresa.co – Tokoh awam Katolik, yang juga guru besar bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald  Kasali mengaku prihatin dengan berbagai persoalan yang akhir-akhir ini terjadi di lingkungan sekolah Katolik. Rhenald menyebut kurangnya perhatian terhadap aspek non-kognitif dalam proses pembelajaran di lingkungan sekolah Katolik menjadi sebabnya.

Keprihatinan tersebut disampaikan Rhenald dalam pertemuan  yang diselenggarakan oleh Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dengan para pejabat Katolik di lingkungan TNI-POLRI  dan PNS Eselon 1-3 di Jakarta, belum lama ini.

“Apa yang kurang di lingkungan sekolah Katolik saat ini?”, tanya Rhenald, seperti dilansir mirifica.net.

“Disiplin di sekolah Katolik, Ok. Kecerdasan  intelektual para guru di bidang matematika, fisika, kimia, dan lain-lain, tidak diragukan. Namun, kecerdasan untuk menggunakan kecerdasan yang ada, ini yang kurang mendapat perhatian,” lanjut Rhenald.

Menurut Rhenald, kecerdasan untuk menggunakan kecerdasan merupakan bagian dari aspek non-kognitif berupa upaya untuk memobilisasi segala sumber daya terkait perilaku dan tindakan seseorang.

“Munculnya berbagai tindakan dan perilaku yang tidak pantas dari oknum guru, kepala sekolah dan pengurus yayasan di sekolah Katolik saat ini mengindikasikan lemahnya mobilisasi penggunaan aspek non-kognitif,” tegasnya.

Tokoh awam Katolik lainnya, Bernard Dwita Pradana juga ikut bicara soal hilangnya model pembinaan melalui asrama di sekolah Katolik dewasa ini.

“Model pembinaan lewat asrama di lingkungan sekolah Katolik perlahan mulai ditinggalkan. Padahal pola pembinaan anak di asrama telah menjadi   kekhasan sekolah Katolik dari dulu,” katanya.

Bernard yang saat ini sedang menjabat sebagai Kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia,  meminta agar segenap komponen Gereja, baik hirarki maupun awam perlu menghidupkan kembali model pembinaan anak di asrama yang telah memberi warna dan bobot bagi pendidikan di sekolah Katolik.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Kerasulan Awam KWI, Mgr Yustinus Hardjosusanto MSF, itu sebelumnya dibuka dengan perayaan Ekaristi bersama.

Di akhir pertemuan, Mgr Hardjosusanto berpesan agar kaum awam yang menjadi pilar Gereja perlu bersinergi untuk kembali membangun keluarga sebagai sel penting dari sekolah iman.

“Keluarga bukan hanya semata-mata sebuah institusi, keluarga bahkan menjadi Gereja domestik, Gereja rumah, sekolah iman,” kata Mgr Hardjosusanto. (ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.