BerandaPERISTIWAPaus Diundang ke Indonesia...

Paus Diundang ke Indonesia Tahun 2016

Ketua KWI, Mgr Ignatius Suharyo
Ketua KWI, Mgr Ignatius Suharyo

Floresa.co – Berkenaan dengan perayaan Hari Orang Muda Se-Indonesia atauIndonesian Youth Day (IYD)  2016, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) berencana mengundang Paus Fransiskus untuk berkunjung ke Indonesia.

Rencana ini disampaikan Ketua Presidium KWI, Mgr Ignatius Suharyo  setelah mengikuti  penutupan Sidang Tahunan KWI, Kamis (13/11/2014).

IYD 2016 akan diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, dan dipastikan peristiwa akbar ini bakal melibatkan  orang-orang muda dari berbagai wilayah keusukupan di seluruh Indonesia.

“Dengan mempertimbangkan banyaknya orang muda yang akan mengikuti peristiwa sukacita tersebut, pada waktu itu kalau memungkinkan Paus akan diundang untuk hadir dalam perayaan tersebut,” kata Mgr Suharyo.

Mgr Suharyo menyatakan kekagumannya terhadap sosok Paus Fransiskus yang  dalam berbagai kesempatan selalu berbicara mengenai Gereja yang mesti pergi ke pinggiran dan menjadi seperti rumah sakit di medan perang, Gereja yang peduli dengan penderita HIV/AIDS, dengan orang-orang lemah dan cacat, serta orang-orang muda yang seringkali menjadi korban dari tatanan modern saat ini.

“Diharapkan kehadiran Paus dapat memberikan pesan sukacita kepada orang-orang muda,” lanjut Mgr Suharyo.

Sekretaris Jenderal KWI, Mgr Johannes Pujasumarta membenarkan adanya rencana tersebut.

Ia mengatakan, jika tidak ada halangan yang berarti Paus akan diundang ke Indonesia untuk menghadiri perayaan tersebut.

“Ada banyak hal yang akan dipertimbangkan terkait rencana mengundang Paus ke Indonesian Youth Day 2016 nanti. Sebab tahun 2017, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah  Hari Orang Muda Asia atau Asian Youth Day,” katanya.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.