Minggu, 20 Juni 2021

Gara-Gara Kerusuhan, Anak di Reo Trauma dan Takut Ke Sekolah

Seorang warga Mangga Dua, Reo sedang menatap kaca jendela rumahnya yang pecah akibat dilempari batu oleh warga Mata Air (Foto: Floresa/Ardy Abba)
Seorang warga Mangga Dua, Reo sedang menatap kaca jendela rumahnya yang pecah akibat dilempari batu oleh warga Mata Air (Foto: Floresa/Ardy Abba)

Reo, Floresa.co– Kerusuhan antara warga Mata Air dan Mangga Dua di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu dan Minggu malam (4-5/10/2014), membuat seorang anak Sekolah Dasar (SD) di SDK Reo 3  mengalami trauma dan merasa takut untuk pergi ke sekolah.

Yohanes Pedrik Suku (6), begitu nama lengkapnya lewat ibunya Hadiati Maria Yosefina, kepada Floresa, Selasa (7/10/14) siang, mengaku, anaknya sudah dua hari pasca kejadian tidak ke sekolah lantaran trauma dengan kejadian penyerangan yang dilakukan oleh warga Mata Air ke kampung Mangga Dua.

- Advertisement -

“Mama saya takut dan saya tidak mau pergi ke sekolah,” ucap Yosefina meniru kata-kata anaknya.

- Advertisement -

Yosefina menjelaskan, kerusuhan pada pekan lalu itu, merupakan yang ketiga kali terjadi di kampungnya.

Penyerangan kali ini, kata dia, secara tiba-tiba tanpa diketahui apa penyebabnya.

Beberapa warga yang ditemui Floresa di lokasi kejadian, menuturkan, warga asal Mata Air melakukan penyisiran ke rumah-rumah kampung Mangga Dua usai melakukan pawai takbiran.

Kerusuhan dengan upaya penyerangan ke kampung Mangga Dua menyebabkan 18 rumah rusak. Kaca-kaca jendela dan beberapa pintu rumah dari warga kampung Mangga Dua pecah lantaran dilempar dengan batu.

- Advertisement -

Kapolres Manggarai, AKBP Toni Binzar Merpaung kepada sejumlah awak media di Polsek Reo mengatakan, hingga kini pihaknya sudah menetapkan 4 tersangka asal kampung Mata Air.

JL,SN,YP dan JG dinilai telah melakukan pengrusakan rumah-rumah warga Mangga Dua.

Pantauan Floresa, hingga kini aparat Polres Manggarai dibantu anggota TNI dari Kodim 1612 Manggarai sedang berjaga-jaga di lokasi bentrokan.

 

- Advertisement -

Baca Juga