Sebastian Salang
Sebastian Salang
Sebastian Salang

Jakarta, Floresa.co – Sebastian Salang yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) akhirnya menyatakan siap untuk maju sebagai calon Bupati Manggarai periode 2015-2020.

Dalam beberapa bulan terakhir, nama Sebastian memang cukup santer dibicarakan, di samping nama-nama lain, seperti Deno Kamelus, Viktor Slamet, Herry Nabit, Maksi Ngkeros dan sejumlah figur lain.

Informasi terkait kepastian majunya Sebastian, awalnya diperoleh Floresa dari sejumlah orang dekatnya, termasuk rekannya di Formappi, Lucius Karus yang saat ini menjabat sebagai Manager Program.

Ketika informasi ini dikonfirmasi ke Sebastian hari ini, Senin (15/9/2014), iya menjawab singkat, “Ya, begitu rencananya.”

Lucius menyatakan, majunya Sebastian, selain karena kuatnya komitmen sendiri untuk memajukan Manggarai, juga karena didorong oleh sejumlah kalangan, demi menjadikan Manggarai sebagai kabupaten yang maju tidak hanya soal makin licinnya jalan aspal.

“Tetapi juga yang paling penting adalah mengubah mental masyarakat”, katanya. “Sebastian sendiri terpanggil untuk mengemban amanat itu.”

Menurut Lucius, ada kerinduan banyak pihak untuk menata kembali pranata sosial dan budaya di Manggarai yang semakin lama terasa semakin pudar.

“Kondisi demikian juga yang mendorong Sebastian. Ia ingin memenuhi kerinduan seperti itu”, jelasnya.

Sebastian yang kini berusia 44 tahun merupakan putera campuran Pelas-Cibal (ayah) dan Lawir-Ruteng (ibu).

Setelah pada 1991 tamat dari Seminari Menengah Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Manggarai Barat, ia pindah ke Jakarta. Kuliah Sarjana Ekonomi dan Sarjana Hukum ditempuhnya di ibukota.

Ia memiliki sejumlah pengalaman dalam bidang organisasi, di antaranya sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (Sekjen PMKRI), Koordinator Kelompok Studi Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) dan beberapa organisasi lainnya.

Dalam jaringan lembaga swadaya, Sebastian pernah bergabung dengan LSM Untuk Kemanusiaan dan Keadilan serta Federasi Buruh Independen.

Dan, bersama sejumlah rekannya, ia mendirikan Formappi pada 1999, sebuah lembaga yang dikenal selalu berani dan kritis terhadap kinerja DPR dan DPRD.