Upacara pembukaan "Futsal Sanpio Cup II" di Jakarta, Minggu (7/9/2014). (Foto: Floresa)
Upacara pembukaan "Futsal Sanpio Cup II" di Jakarta, Minggu (7/9/2014). (Foto: Floresa)
Upacara pembukaan “Futsal Sanpio Cup II” di Jakarta, Minggu (7/9/2014). (Foto: Floresa)

Floresa.co – Alumni Seminari Pius XII Kisol-Manggarai Timur yang tinggal di Jakarta memilih turnamen futsal untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 alma mater mereka pada hari ini, Senin, 8 September.

Turnamen yang diikuti 20 tim ini merupakan turnamen yang kedua, setelah tahun lalu digelar turnamen serupa oleh para alumni yang tergabung dalam peguyuban “Sanpio Muda Jabodetabek”.

Alumni Sanpio diwakili 6 tim, antara lain tim Leo Perik, Spulen, Nara Ja’o, Sanpio 1999/2000, Patres dan D’Combet.

Empat seminari lain di NTT turut diundang,  yaitu Seminari Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko, Seminari San Dominggo Hokeng, Seminari Lalian Belu dan Seminari Sinar Buana Sumba.

Sementara 10 tim lain merupakan alumni dari sejumlah SMA di Manggarai Raya, antara lain SMAN I Ruteng,  SMA Karya Ruteng, SMAN I Anam, SMAK Pancasila Borong, SMAK St Klaus Kuwu, SMAK St Ignatius Loyola Labuan Bajo, SMAN I Poco Ranaka, SMAK St Fransiskus Xaverius Ruteng, SMAN II Ruteng dan SMAK St. Gregorius Reo.

Yohanes Trisno Pala, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, diundangnya alumni sekolah lain merupakan bagian dari komitmen alumni Sanpio untuk menjaga relasi kekeluargaan sebagai sesama orang NTT.

“Kita ingin merangkul mereka semua sebagai saudara dan saudari. Kehadiran mereka dalam rurnamen ini merupakan bukti bahwa komitmen yang sama juga ada pada mereka”, katanya.

Rangkaian pertandingan “Futsal Sanpio Cup II” dibuka dengan upacara pada Minggu kemarin di Lapangan SMA St Fransiskus, Kampung Ambon, Jakarta Timur. Di tempat ini pula seluruh pertandingan akan digelar.

Tarian "Tiba Meka" yang dibawakan oleh mahasiswi asal Manggarai dalam upacara pembuka
Tarian “Tiba Meka” yang dibawakan oleh mahasiswi asal Manggarai dalam upacara pembuka

Cordy Nggeon, alumni Sanpio 1996 yang menjadi pembina upacara berharap, semua tim menunjukkan sportivitas, sehingga turnamen ini yang akan digelar setiap hari Minggu hingga partai final pada 28 September mendatang dapat berjalan sukses.

“Ini memang kompetisi, tapi mari kita berkommpetisi secara sehat, dengan tetap menjunjung tinggi aturan yang sudah disepakati bersama”, katanya.

Usai upacara, panitia menghadirkan tarian “Tiba Meka” – tarian untuk menerima tamu – , yang dibawahkan oleh para mahasiswi asal Manggarai.

“Ini melambangan bahwa kita alumni Sanpio menerima dengan  gembira semua tim yang akan mengiukuti turnamen ini”, jelas Trisno.

Primus Nahak, alumni Seminari Lalian menyatakan, bangga diundang untuk berpartisipasi.

“Semoga ini menjadi ajang untuk membuka ruang kerja sama di bidang lain, antar seminari se-NTT”, katanya berharap.

Salah satu pertandingan antara Alumni Seminari Mataloko (kostum putih) dan Tim Sanpio 1999/2000 yang berakhir seri, 1-1
Salah satu pertandingan antara Alumni Seminari Mataloko (kostum putih) dan Tim Sanpio 1999/2000 yang berakhir seri, 1-1

Selain menggelar turnamen futsal, alumni Sanpio juga akan menggelar Misa syukur pada Jumat malam, 12 September mendatang.

Sementara acara syukuran dengan semua tim peserta turnamen, rencananya akan digelar pada 4 Oktober, bertepatan dengan peringatan hari wafatnya Pastor Leo Perik SVD, pendiri Seminari Kisol.