Rabu, 4 Agustus 2021

Kampanye Hitam Untuk Jokowi

Joko Widodo
Joko Widodo

Jakarta, Floresa.co – Pelaksanaan rekapitulasi hasil suara Pemilu legislatif (Pileg) belum selesai dilakukan. Namun, isu-isu pencalonan presiden, hingga kampanye hitam semakin kuat di masyarakat.

Baru-baru ini, masyarakat digegerkan dengan beredarnya tulisan yang dibuat seolah-olah berbentuk iklan duka cita. Iklan ini memasukkan gambar dan foto calon presiden PDIPJoko Widodo.

- Advertisement -

Dalam iklan berjudul ‘rest in peace’ itu, Jokowi dituliskan telah meninggal dunia pada tanggal 4 Mei 2014 pukul 15.30 WIB. Sang pembuat iklan juga menuliskan nama Ir. Hambertus Joko Widododan Oey Hong Liong.

“Telah meninggal dunia dengan tenang pada hari Minggu, 4 Mei 2014 pukul 15:30 WIB, suami, ayah dan capres kami satu-satunya.”

“Jenazah akan disemayamkan di kantor PDIP Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan dan akan dikremasi pada hari Selasa, 6 Mei 2014.”

Nama sang istri, Iriana Widodo juga tak lepas dari iklan tersebut. Termasuk Megawati Soekarnoputri sebagai pihak yang ikut berduka cita.

Peredaran kampanye hitam dalam bentuk iklan duka cita itu disesalkan oleh Sekjen SeknasJokowi, Dono Prasetyo. Baginya, kampanye tersebut sangat tidak mendidik dan bernuansa SARA.

“Kita menyayangkan sampai seperti itu dalam kondisi kampanye yang tidak substansif, tidak mendidik. Kalau yang dipersoalkan meninggal, selama ini malah sehat-sehat aja,” tegas Dono saat dihubungi merdeka.com, Kamis (8/5).

Dia menambahkan, isu tersebut sebenarnya sudah terjadi sebelum pelaksanaan Pemilu Legislatif lalu. Isu SARA sangat gencar dilakukan saat berlangsungnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.

“SARA itu kan sudah diembuskan sejak sebelum pileg, pilkada dulu itu dan itu tidak laku lah. Kita tidak ingin terjebak pada isu-isu tersebut,” tandasnya.

Saat menanggapinya pun, Jokowi juga telah melakukan berbagai upaya dengan melakukan kunjungan ke pondok pesantren dan menemui pemuka-pemuka agama Islam.

“Kenapa harus dipertanyakan lagi, katakan keislamannya, sukunya, apalah gitu. Karena menurut saya, mereka harusnya mengambil peran yang lebih cantik, dan isu-isu seharusnya sudah ditinggalkan,” katanya

- Advertisement -

Baca Juga