Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (Kompas.com)
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (Kompas.com)
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (Kompas.com)

Jakarta, Floresa – Ketua umum Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura, Wiranto masih tersandera dalam mencari mitra koalisi. Setelah Pileg, 9 April yang lalu, Partai Hanura merupakan salah satu partai yang minim membuka komunikasi dengan pertai lain untuk membangun koalisi.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Hanura, Kristiawanto menilai hal ini terjadi lantaran masih ditayangkannya iklan Hanura yang memuat pasangan bakal calon presiden Wiranto dan bakal calon wakil presiden Hary Tanoesodibjo.

Iklan-iklan tersebut, menurut Kristiawanto justru membelenggu Ketua Umum Hanura Wiranto dalam membuka peluang koalisi. “Sangat naif sekali. Saya memandang iklan tersebut tidak ada manfaatnya, justru membelenggu dalam menentukan arah koalisi. Hentikan iklan itu karena pemilu sudah usai dan perolehan Hanura tidak signifikan,” ungkapnya sebagaimana dilansir kompas.com pada Selasa, 06/05/2014.

Oleh karena itu, ia juga meminta Hary Tanoe menghentikan semua iklan itu dan menyadari kegagalannya membawa Hanura berjaya di Pileg 2014.

Kristiawanto bahkan menunding bahwa Hary Tanoe menjadi penyebab rendahnya perolehan suara partai dalam Pileg 2014. “Sebagai ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura, Hary Tanoe tidak mampu menjalankan tugas dalam memaksimalkan kemenangan Hanura,” tuturnya. Dia juga meminta Hary Tanoe harus mengundurkan diri sebagai Ketua Bappilu sebagai bentuk pertanggungjawaban.