Aktivis GMNI Manggarai saat berunjuk rasa di depan Kejari Ruteng, Senin (5/5/14) mendesak penegak hukum berlaku adil dalam memproses kasus yang melibatkan Gregorius Gaguk. (Foto: Floresa/Ardy Abba)
Aktivis GMNI Manggarai saat berunjuk rasa di depan Kejari Ruteng, Senin (5/5/14). (Foto: Floresa/Ardy Abba)
Aktivis GMNI Manggarai saat berunjuk rasa di depan Kejari Ruteng, Senin (5/5/14). (Foto: Floresa/Ardy Abba)

Ruteng, Floresa.co – Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi unjuk rasa di Ruteng hari ini, Senin (5/5/2014), mendesak penegak hukum mengusut tuntas semua bentuk pelanggaran dalam Pileg 9 April lalu, terutama terkait politik uang.

Dalam orasinya, Fabianus Apul, ketua GMNI Manggarai menyatakan, masih banyak kasus-kasus politik uang yang dimainkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dan terlepas dari pantaun lembaga hukum dan Panitia Pengawas pemilu (Panwaslu).

“GMNI Manggarai sebagai organisasi kemahasiswaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi mengutuk tindakan oknum-oknum yang dengar sadar dan sengaja mencederai jiwa demokrasi,” tegas Apul

Aksi mereka hari ini menyasar Polres Manggarai, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng dan Pengadilan Negeri (PN) Ruteng.

Dalm aksi ini, GMNI menyoroti khusus kasus politik uang yang dilakukan oleh Gregorius Gaguk, caleg dari PDI Perjuangan yang juga Ketua DPC PDIP di mana kasusnya kini sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

GMNI mendesak penegak hukum untuk mengusut kasus ini dengan seadil-adilnya dan memberi hukum setimpal agar bisa memberi efek jera bagi politisi lain.

Meski sejumlah kasus sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan, GMNI juga tetap meminta Panwaslu mengkawal proses penyelidikan kasus tersebut sampai tuntas.

Afrisal Hamid, utusan Kejari Ruteng yang menemui para peserta demonstran menyatakan akan siap menampung dan menerima aspirasi masyarakat.

“Kita siap terima usul saran GMNI. Kami akan siap menampung aspirasi ini, tentu sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Afrisal.

Pantauan Floresa, setelah GMNI melakukan dialog dan unjuk rasa di depan Kejari Ruteng dan Polres Manggarai, mereka bergegas menuju PN Ruteng.

Mereka menggunakan mobil open cup sebagai panggung orasi.