BerandaPOLITIKDi Dapil NTT I,...

Di Dapil NTT I, Golkar Memimpin, PBB Juru Kunci

Suasana rapat rekapitulasi di KPU RI, Jakarta, Minggu (4/5/2014). (Foto: Floresa/Yustinus Paat)
Suasana rapat rekapitulasi di KPU RI, Jakarta, Minggu (4/5/2014). (Foto: Floresa/Yustinus Paat)

Jakarta, Floresa.co – Hasil rekapitulasi perolehan suara pada Pileg 9 April lalu untuk Dapil I NTT (Flores, Lembata dan Alor) dipastikan dipimpin oleh Partai Golkor, demikian hasil laporan KPUD NTT dalam rapat pleno yang berlangsung di kantor KPU RI, Jakarta, Minggu (4/4/2014). Sementara di posisi juru kunci ditempati oleh Partai Bulan Bintang (PBB).

Hasil ini sudah disahkan oleh KPU RI dalam rapat yang dipimpin Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Berikut data selengkapnya:

  1. Golkar 218.845
  2. PDIP 181.859
  3. PAN 147.298
  4. Demokrat 115.315
  5. Gerindra 114.910
  6. Nasdem 84.815
  7. PKB 77.683
  8. Hanura 46.151
  9. PKS 43.761
  10. PKPI 27.078
  11. PPP 21.575
  12. PBB 19.141

John Depa, KPU Provinsi NTT menjelaskan suara sah 12 partai politik peserta Pemilu 2014 untuk dapil NTT I mencapai 1.098.431, suara tidak sah 43.848. Total pemilih yang menggunakan hak pilihnya 1.142.279. Sementara pemilih tercatat di DPT, DPTb, DPK, DPKTb adalah 1.434.348.

Dari 12 parpol, hanya Golkar yang melampaui BPP 183.071. Dalam pembagian kursi tahap pertama, otomatis Golkar mendapat satu kursi. Satu kursi Golkar untuk caleg dengan suara terbanyak yakni caleg urut 1, Melchias Markus Mekeng 73.120 suara.

Suara parpol tersisa setelah pembagian kursi tahap pertama selesai, lalu dihitung kembali pada tahap dua untuk mendapatkan sisa lima kursi. Hasilnya, sisa lima kursi diperoleh PDI Perjuangan, PAN, Demokrat, Gerindra, NasDem karena suara mereka terbesar.

Satu kursi PDI Perjuangan untuk caleg urut 6 nama Honing Sanny 49.287 suara, satu kursi PAN untuk caleg urut 1 Laurens Bahang Dama 79.603 suara, satu kursi Demokrat untuk caleg urut 1 Benny Kabur Harman 53.701 suara, satu kursi Gerindra untuk caleg urut 1 Pius Lustrilanang 55.432 suara, satu kursi NasDem untuk caleg urut 1 nama Johnny G. Plate 33.704 suara.

 

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.