Senin, 20 September 2021

SBY Lagi-lagi Kritik Media Massa

Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia

Jakarta, Floresa.co – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali melontarkan kritikan terhadap pemberitaan media massa khususnya media televisi. Menurutnya televisi saat ini tidak adil dan berimbang lagi dalam memberitakan sesuatu sesuai fakta.

“Terus terang setelah hampir 10 tahun memimpin negeri ini, sejumlah stasiun TV menampilkan berita secara tidak fair and balance,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat ini saat membuka peluncuran identitas baru sebuah stasiun televisi di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (3/5/2014) malam.

- Advertisement -

Dia mengibaratkan menonton berita tidak berimbang buat masyarakat itu bagaikan menenggak segelas air keruh. “Seminggu tidak apa-apa, dua minggu tidak apa-apa, tapi kalau berbulan-bulan dia akan sakit. Demikian pula dengan informasi tidak akurat, pemutarbalikan fakta,” katanya.

SBY memang telah beberapa kali memberikan kritikan terhadap media massa. Pada tahun 2010, SBY pernah mengkritik media massa lantaran media massa yang sering kali memberitakan jalannya pemerintahan yang buruk dan mengabaikan berita yang baik. Hal ini disampaikan SBY saat memberikan penghargaan kepada 42 bupati dan wali kota di Istana Negara, 11/2/2010.

Setahun kemudian, 2011, SBY kembali melontarkan kritikan kepada media karena terlalu membesarkan isu korupsi partai Demokrat, isu penggulingan Anas dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat dan kongres luar biasa partainya. SBY lagi-lagi menyindir media pada 1 November 2013. Saat itu, SBY menilai media massa yang tidak memberikan pendidikan kepada masyarakat dan merubah pola pikir masyarakat.

Terkahir, SBY mengkritik pemilik media yang terjun ke dunia politik saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Benteng Marlborough, Bengkulu, pada 9 Februari 2014. SBY menegaskan dalam sambutannya, hegemoni dan kontrol dari pemilik modal pers yang melebihi kepatutannya adalah buruk.

- Advertisement -

Baca Juga