BerandaPOLITIKInilah Caleg Pemenang Untuk...

Inilah Caleg Pemenang Untuk DPRD Provinsi NTT

Ilustrasi
Ilustrasi

Kupang, Floresa.co – Berdasarkan hasil rekapitulasi KPUD NTT hingga Jumat (2/5/2014), Partai Golkar dipastikan menjadi partai pemenang dalam Pileg 9 April lalu untuk NTT, setelah partai ini mendapat porsi kursi terbanyak.

Partai beringin itu mendapat 11 kursi DPRD Propinsi. Di posisi kedua adalah PDIP yang meraih 10 kursi. Sementara Gerindra, Nasdem, dan Demokrat masing-masing meraih 8 kursi.

Dengan demikian, Golkar dipastikan mendapat kursi Ketua DPRD NTT. Tiga kursi Wakil Ketua bakal diisi oleh PDIP, Gerindra dan NasDem.

Berikut daftar perolehan suara caleg DPR RI dan DPRD NTT;

Dapil 1 (Kota Kupang):

1. Anton Bele (PDIP) 9.048 suara
2. Veki Lerik (Gerindra) 13.009 suara
3. Alex Ena (Nasdem) 9.635 suara
4. Mohammad Ansor (Golkar) 8.348 suara.
5. Jimy Sianto (Hanura) 6.115 suara.
6. Kardinand Kalelena (Demokrat) 7.365 suara.

Dapil 2 (Kab Kupang. Rote Ndao, Sabu Raijua):

1. Nelson Matara (PDIP) 16.947 suara.
2. Winston Neil Rondo (Demokrat) 13.127 suara.
3. Pdt. SV. Nitti (Golkar) 9.191 suara.
4. Antonio Soares (Gerindra) 6.103 suara.
5. Pdt. Junus Naisunis (PKB) 4.707 suara
6. Wellem Kale (Nasdem) 3.494 suara.
7. Hamdan Saleh Batjo (Hanura) 2.108 suara.

Dapil 3 (Sumba Timur. Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya):

1. Yunus huwu Takandewa (PDIP) 12.550 suara.
2, David Melo Wadu (PDIP) 9.981 suara.
3. Kristein Samiyati Pati (Nasdem) 8.331 suara.
4. Pdt. Adriana R Kahi Awa Kossi (Golkar) 14.207 suara.
5. Pdt. Abraham litinau (Gerindra) 6.958 suara.
6. Jonathan Kana (Demokrat) 6.358 suara.
7. Novianto Umbu Pati Sangu Ate Lende (PKB) 6.524 suara.
8.Laurensius Tari Wungo (Hanura) 6.022 suara.
9. Hugo Rehi Kalembu (Golkar) 12.991 suara.
10. Cornelis Wungo (PAN) 3.481 suara.

Dapil NTT 4 (Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat):

1. Yohanes Halut (Gerindra) 11.812
2. Yeni Veronika (PAN) 21.300 suara
3. Maxi Adipati Pari (Golkar) 11.648 suara.
4. Kristofora Bantang (PDIP) 10.992 suara.
5. Bonifasius Jebarus (Demokrat) 10.064 suara.
6. Thobias Wanus (PKB) 8,845 suara.
7. Inosensius fredi Mui (Nasdem) 8.267 suara.
8. Timoteus Terang (Hanura) 6.531 suara.
9. Yusuf M Tahir (PKS) 4.010 suara.
10. Laurensius Barus (Gerindra) 10.542 suara.

Dapil NTT 5 (Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka):

1. Kornelis Soi (PDIP) 16.267 suara.
2. Patrianus Lali Wolo (PDIP) 13.371 suara.
3. Anwar Pua Geno (Golkar) 17.824 suara.
4. Agustinus Lobo (PAN) 10.686 suara.
5. Yucundianus Lepa (PKB) 7,939 suara.
6. Thomas Tiba (Golkar) 16.149 suara.
7. Leonardus Lelo (Demokrat) 8.229 suara.
8. John Parera (Nasdem) 6.365 suara.
9. Kasintus P Ebu Tho (Gerindra) 6.907 suara.
10. Angela M Piwung (Hanura) 7.047 suara.
11. Oswaldus (PKPI) 6.913 suara.

Dapil NTT 6 (Flotim, Lembata, Alor):

1. Gulielmus Agustinus Demon Beribe (PDIP) 12.062 suara
2. Angerius Takalapeta (Golkar) 17.339 suara.
3. Alexander Take Ofong (Nasdem) 7.686 suara.
4. Gabriel Abdi Kusuma Beri Binna (Gerindra) 12.572 suara.
5. Gabriel Suku kotan (Demokrat) 7.581 suara.
6. Anwar Hajral (PKS) 5.068 suara.
7. Ismail J Samau (PAN) 5.721 suara.

Dapil NTT 7 (Belu, dan TTU):

1.Alfridus Bria seran (Golkar) 16.287 suara.
2. Hironimus Banafanu (PDIP) 14.650 suara.
3. Agustinus Bria Seran (Gerindra) 10.674 suara.
4. Anselmus Talo (Demokrat) 5.667 suara.
5. Kasimirus Kolo (Nasdem) 7.533 suara.
6. Gabriel Manek (Golkar) 14.366 suara.
7. Angelino B Da Costa Belo (PAN) 8.125 suara.
8. Dolfianus Kolo (PDIP) 11.193 suara.

Dapil NTT 8 (TTS):

1. John Army Konay (Nasdem) 14.960 suara.
2. Eldat Nenabu (Golkar) 13.023 suara
3. Ampera Seke Selan (Demokrat) 7.983.
4. Herman Banoet (Gerindra) 9.047 suara.
5. Jefri Un Banunaek (PKPI) 5.020 suara.
6. Aleta Baun (PKS) 3.897 suara.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”