BerandaPERISTIWAKasus Pidana di Ngada...

Kasus Pidana di Ngada Didominasi Kasus Pencabulan

Ilustrasi
Ilustrasi

Bajawa, Floresa.co – Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bajawa, Suripto Irianto, S.H mengatakan pada Selasa (29/4/2014), kasus pidana di Ngada didominasi kasus pencabulan yang mencapai 60 persen.

Data ini merujuk pada data tahun 2013, dimana kata Suripto, perkara pencabulan sebanyak 16 perkara yang semuanya sudah sampai pada putusan.

Selain kasus pencabulan, disusul kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kasus tanah sekitar 30 persen. Sementara prosentase kasus pembunuh paling kecil.

Sebagaimana dilansir Pos Kupang, kata Irwan, dari BAP yang diserahkan polisi dan juga fakta persidangan, salah satu faktor terdakwa melakukan pencabulan karena sering menonton film porno. Apalagi teknologi yang semakin cangih membuat anak-anak bisa mengakses situs porno baik lewat handphone maupun di warung internet (warnet).

Mengenai hal itu, Irwan mengatakan, perlu ada penyuluhan yang berkelanjutan bagi anak-anak di mulai dari keluarga sampai di sekolah untuk semua jenjang, yakni SD, SMP dan SMA.

Penyuluhan tentang seks dan hukum sangat penting agar anak-anak memahami risiko dari perbuatan yang melanggar hukum.

Terkait dengan penyuluhan, Yohanes Watu Ngebu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Pemberdayaan Perempuan (BPMPD-PP) Ngada mengaku, terus melakukan sosialisasi tentang gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

10 Pelukis asa NTT Gelar Pameran Lukisan di TIM

Jakarta, Floresa.co - 10 orang pelukis asal Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Konservasi vs Investasi

Oleh: GREGORIUS AFIOMA, Peneliti pada Sunspirit for Justice and Peace Pemerintah perlu...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Jokowi Umumkan Pulau Rinca untuk Pariwisata Massal, Pulau Padar dan Komodo untuk Pariwisata Eksklusif

Skema ini mengancam keutuhan Taman Nasional Komodo sebagai rumah perlindungan aman bagi satwa langka Komodo dari ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan dari desakan aktivitas eksploitatif manusia. Dengan skema itu pula, telah terjadi perubahan drastis paradigma pembangunan pariwisata dari ‘community based-tourism’ menjadi ‘corporate-driven tourism’.