BerandaPERISTIWAWanita di balik mukjizat...

Wanita di balik mukjizat mendiang Paus Yohanes Paulus II berbagi cerita

Floribeth Mora Diaz dari Costa Rica berbicara pada sebuah konferensi pers di Vatikan
Floribeth Mora Diaz dari Costa Rica berbicara pada sebuah konferensi pers di Vatikan

Floresa.co – Floribeth Mora Diaz berusaha menahan air mata pada Kamis kemarin saat ia menyatakan bahwa tiga tahun lalu mendiang Paus Yohanes Paulus II telah menyelamatkan dia dari penyakit aneurisma otak yang tidak bisa dioperasi.

Mora akan menghadiri upacara bersejarah hari Minggu di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, ketika Paus Fransiskus memberikan kanonisasi kepada mendiang Paus Yohanes Paulus II dan mendiang Paus Yohanes XXIII, Paus asal Italia yang dikenal sebagai “Good Pope John.”

Ibu Kosta Rika dari empat anak itu berada di depan media dunia untuk menjelaskan bagaimana ia mengalami kesembuhan dengan menjelaskan itu adalah mukjizat yang telah menyebabkan paus terkenal asal Polandia itu mendapat gelar orang kudus (santo).

Dua mukjizat telah dikaitkan dengan perantaraan Yohanes Paulus II dengan campur tangan Tuhan, membuka jalan bagi dia menuju santo.

Tahun 2011, Mora menderita sakit kepala terus-menerus dan diberitahu oleh dokter bahwa hari-harinya hanya menunggu waktu. Mereka mengatakan aneurisma  “otak” yang diderita dia dan satu-satunya pilihannya adalah berobat ke Meksiko atau Kuba, tetapi keluarganya tidak mampu.

“Para dokter mengatakan kepada saya tidak ada gunanya untuk melanjutkan pengobatan karena mereka telah melakukan segala sesuatu dan tidak ada banyak lagi yang bisa kami lakukan,” kata Mora dalam konferensi media tersebut.

Ia mengenang, “Para dokter mengatakan bahwa aku hanya punya satu bulan untuk hidup dan tidak ada harapan lagi.”

Hanya terbaring di atas tempat tidur, ia memegang sebuah majalah dengan foto sampul Paus Yohanes Paulus II di rumahnya di Tres Rios de Cartago, 12 kilometer dari ibukota San Jose. Suaminya, Edwin, mendorongnya untuk terus berdoa.

“Kekhawatiran terbesar saya bukan kematian,  tetapi keprihatinan tentang apa yang akan terjadi pada anak-anak saya,” tambahnya. (UCA News)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

KPK Tantang Gereja Katolik Audit Keuangan

Floresa.co - Seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Gereja Katolik...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.