Represi TNI dan Rekonstruksi Realitas “Pesta Babi”

Negara yang memerintahkan pelarangan sebuah film tentang perampasan tanah—lalu membiarkan tentara bersenjata membubarkan warga yang hendak menontonnya—tidak sedang menyangkal kolonialisme, tapi sedang membuktikannya.

DUKUNG JURNALISME KAMI

Independensi kami disokong oleh pembaca dan mereka yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi. Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

PERISTIWA

BANYAK DIBACA

PERSPEKTIF

Artikel-artikel yang mengkaji berbagai isu publik dalam bentuk analisis, esai, hingga opini. Klik di sini jika Anda berminat mengisi rubrik ini.

Represi TNI dan Rekonstruksi Realitas “Pesta Babi”

Negara yang memerintahkan pelarangan sebuah film tentang perampasan tanah—lalu membiarkan tentara bersenjata membubarkan warga yang hendak menontonnya—tidak sedang menyangkal kolonialisme, tapi sedang membuktikannya.

Ingatan yang Dibungkam: G30S/PKI, Mei 1998, dan Krisis Kebenaran Historis

Lupa bukan lagi sekadar proses alamiah manusia, tetapi dapat menjadi proyek politik yang disengaja. Negara dapat menentukan apa yang boleh diingat dan apa yang harus dilupakan.

Papua dan Pembangunan dalam Moncong Senjata

Jika pembangunan benar-benar berpihak kepada rakyat, maka negara tidak memerlukan moncong senjata untuk memperoleh legitimasi sosial. 

Memoria Passionis Orang Papua dalam Film Pesta Babi

Pesta Babi menelanjangi bagaimana pembangunan di Papua berdiri di atas ingatan yang coba dihapus negara dan luka yang terus dipaksa dilupakan.

LIPUTAN KHUSUS

Sawah dan Tenun yang Menjaga Hidup Perempuan Wairhek

Keduanya diperlakukan seperti tubuh sendiri: dirawat, dijaga, dan dilindungi di tengah rasa cemas yang terus hadir karena konflik dengan korporasi Keuskupan Maumere

BACA JUGA

Pesan Intimidatif Mewarnai Nobar Pesta Babi di Markas PMKRI Maumere

Intimidasi terhadap pemutaran film Pesta Babi juga terjadi di beberapa wilayah lain di Flores.

Nyala Lilin untuk Mahasiswi yang Tewas di Kupang: Duka dan Desakan Usut Sejumlah Kejanggalan

“Kematian yang disertai indikasi kekerasan harus ditangani serius, bukan sekadar prosedur administratif penyelidikan,” kata aliansi mahasiswa.

Material Proyek Gedung SD Katolik di Manggarai Timur Belum Dibayar, Kepala Sekolah dan Wartawan Minta Tak Diberitakan

Proyek senilai Rp883 juta dari APBN itu juga diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis

Polemik Pabrik Porang yang Ditolak Warga Reok: Asap yang Dibiarkan, Izin yang Dipertanyakan, dan Ancaman untuk Jurnalis

Warga mengeluhkan kebisingan, asap, dan bau limbah dari pabrik yang berdiri 25 meter dari permukiman, sementara pejabat yang diwawancarai mengancam akan "mengejar" jurnalis jika memberitakan pernyataannya

Nahkoda dan ABK Kapal Tenggelam yang Menewaskan Turis Spanyol Divonis Penjara

Majelis hakim menilai keduanya tidak memiliki kompetensi pelayaran memadai, termasuk menggunakan sertifikasi “instan” tanpa pelatihan

Tragedi Cunca Wulang: Ketika Pariwisata Tumbuh Lebih Cepat dari Sistem Keselamatannya

Jembatan lapuk, papan goyang, tanpa SOP, tanpa rambu, tanpa asuransi. Itulah kondisi yang menyambut dua turis Austria di Cunca Wulang—salah satu destinasi wisata daratan paling populer di Labuan Bajo—sebelum mereka terjatuh ke sungai berbatu dan tewas.

Perempuan Adat NTT Tolak Proyek yang Dipaksakan, Tuntut Negara Tidak Bungkam

Mereka menilai diamnya negara terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan merupakan bentuk kekerasan

Dua Turis Asing Tewas Usai Terjatuh dari Jembatan Gantung di Cunca Wulang, Polisi Usut Kelayakan Infrastruktur

Kegagalan pemerintah daerah menjalankan fungsi pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur mencerminkan “sikap apatis terhadap manajemen risiko di area wisata yang memiliki kontur alam ekstrem,” kata warga

EDITORIAL

Perempuan Bicara

Kekecewaan Ibu di Sikka terhadap Vonis 10 Tahun Penjara Pembunuh Putrinya: “Di Mana Keadilan?”

Vonis itu membuka kembali perdebatan lama tentang bagaimana hukum Indonesia memperlakukan anak yang melakukan kejahatan berat

Suara Suster Rita yang Memberi Harapan

Dalam Gereja yang hierarkis dan maskulin, suara perempuan sering terpinggirkan—namun justru dari sana, Suster Rita berbicara paling dekat dengan luka yang diabaikan kekuasaan.

Lawan Kekerasan Seksual

Kami berkomitmen melawan segala bentuk kekerasan seksual. Karena itu, kami telah menerbitkan pedoman khusus untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

KoLiterAksi merupakan halaman yang khusus kami sediakan untuk artikel-artikel terkait edukasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum untuk menulis. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung literasi di NTT, bagian dari kolaborasi Floresa, Sunspirif for Justice and Peace dan Rumah Baca Aksara

PAUD hingga SMP di Kabupaten Manggarai Usung Semangat Kolaborasi dalam Perayaan Hardiknas

Kerja sama dan kolaborasi antarlembaga merupakan hal yang krusial dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua, kata ketua panitia
Kami merilis seri liputan khusus tentang kasus kekerasan seksual di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kasus ini melibatkan pelaku dosen sekaligus imam Katolik, dengan penyintas mahasiswi, mengisyaratkan kentalnya relasi kuasa yang timpang. Kami membingkainya dalam tema Demi Nama Baik Gereja. Baca seri liputannya di sini.

Di Depan Patung Bunda Maria

Nai berdiri di ceperan tembok penahan jalan. Angin siang mengibas rambutnya, tipis dan lelah. Di bawah, kendaraan lalu-lalang tanpa peduli. Ia menatap kosong, seperti...

Perempuan di Musim Kemarau 

Cerpen "Perempuan di Musim Kemarau" karya Teofilus Afres

Guru Mika

Selepas kejadian yang nyaris mencampakkan tubuhku ke liang lahat,...

Bapak dan Televisi

Malam itu, tak ada acara menonton televisi seperti biasa. Bapak menggantinya dengan khotbah kebangsaan. Aku dan ibu diperintahkan duduk di sofa

Zak Susu

Cerpen Zak Susu mengisahkan usaha menjaga warisan leluhur berhadapan dengan tawaran dan ancaman

Bang Motang

Karya: NANA LALONG Orang besar se-Flores sekali waktu diundang ke...
Ulasan tentang buku, artikel jurnal dan film, sembari menemukan relevansinya dengan konteks saat ini.

Ketika Pakaian yang Kita Kenakan Diam‑Diam Menggerogoti Tubuh: Awasan dari Film “Menolak Punah”

Film ini tidak memerintah penonton untuk segera berubah, tetapi meninggalkan kegelisahan yang sulit dihapus—tentang apa yang kita kenakan, kita cuci, kita buang, dan tanpa sadar kita wariskan

Kolonialisme Hijau Berkedok Dekarbonisasi

Kolonialisme hijau terus merampas sumber daya dan mereproduksi relasi kolonial — sambil menyamarkan diri dalam jubah pembangunan ramah lingkungan

Membaca Kembali Jejak Militerisme yang Kini Menguat dalam Format Baru

Setiap kali militer kembali diberi ruang istimewa, baik lewat bisnis, proyek, maupun kekuasaan formal, yang sebenarnya terjadi adalah penebalan dinding antara rakyat dan negara

Bagaimana Ata Modo Menantang Logika Ekowisata versi Pemerintah, Korporasi dan Agen Konservasi?

Masyarakat adat di dalam kawasan Taman Nasional Komodo menawarkan model alternatif, menggugat ekowisata berwatak neoliberal yang memfasilitasi perampasan sumber daya