Kejari Manggarai Kalah Dua Kali dalam Upaya Memenjarakan Petani yang Dituding Merambah Hutan

Hakim Pengadilan Tinggi menolak banding, menyatakan langkah jaksa yang bertentangan dengan KUHAP menjadi preseden buruk hanya karena tidak puas tuntutannya tidak terbukti.

DUKUNG JURNALISME KAMI

Independensi kami disokong oleh pembaca dan mereka yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi. Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

PERISTIWA

BANYAK DIBACA

PERSPEKTIF

Artikel-artikel yang mengkaji berbagai isu publik dalam bentuk analisis, esai, hingga opini. Klik di sini jika Anda berminat mengisi rubrik ini.

Memoria Passionis Orang Papua dalam Film Pesta Babi

Pesta Babi menelanjangi bagaimana pembangunan di Papua berdiri di atas ingatan yang coba dihapus negara dan luka yang terus dipaksa dilupakan.

Kopi Manggarai: Dirayakan di Festival, Dibiarkan Mati di Kebun

Kita lebih sibuk merancang kemasan, membangun branding, dan menggelar festival — sementara di kebun yang menghasilkan semua itu, petaninya masih bertanya-tanya mengapa tanamannya tak lagi produktif.

Mempertahankan Independensi di Tengah Tekanan

Pesan itu datang tiba-tiba ke ponsel salah satu jurnalis Floresa—mengatasnamakan institusi keamanan, menyertakan data pribadi, dan menuntut agar sejumlah konten dihapus. Ancaman itu ditutup dengan kalimat “proses akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya” jika permintaan tak ditaati.

Seberapa Berbahaya Pesta Babi bagi TNI?

Masalah utamanya bukan hanya isi film, melainkan siapa yang berhak menafsirkan pesan dan bagaimana pesan itu dipertarungkan di ruang publik.

LIPUTAN KHUSUS

Sawah dan Tenun yang Menjaga Hidup Perempuan Wairhek

Keduanya diperlakukan seperti tubuh sendiri: dirawat, dijaga, dan dilindungi di tengah rasa cemas yang terus hadir karena konflik dengan korporasi Keuskupan Maumere

BACA JUGA

Dari Pengungsi Menjadi Terusir: Warga Eks Tim-Tim di Kupang Hadapi Ancaman Penggusuran Massal

Mereka memilih Indonesia saat referendum 1999. Kini, negara yang mereka bela mengancam menggusur rumah yang mereka bangun selama hampir tiga dekade—tanpa kepastian relokasi yang jelas.

Maria Omety dan Perlawanan di Tanah yang Terancam

Ada dalam satu bagian film, Maria Omety sedang melihat kembali hidupnya sendiri—hutan yang digusur, kampung yang perlahan dikepung, dan pilihan yang tidak selalu mudah: diam atau kehilangan.

Komunitas Tuli Manggarai Belajar Cara Selamat dari Bencana

Selama ini, peringatan dini, instruksi evakuasi, dan informasi kebencanaan disampaikan lewat pengumuman lisan dan sirine—sistem yang secara struktural mengecualikan mereka yang tidak bisa mendengar.

Rektor IFTK Ledalero: Pelarangan “Pesta Babi” Tanda Rezim Otoritarian, Tidak Beradab

Seharusnya pemerintah membangun narasi tandingan atau membuat film baru jika tidak sepakat dengan film yang dibuat masyarakat sipil, ujar guru besar filsafat tersebut.

Ketua PMKRI Ende Menghadapi Upaya “Pembungkaman” oleh Istri Bupati

Ia dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pengancaman anak di bawah umur saat unjuk rasa menolak penggusuran lapak warga.

Operasi Senyap Menghentikan “Pesta Babi” di Flores

Di Flores, sebuah film tentang Papua membuat negara gelisah: sebelum layar dinyalakan, aparat sudah lebih dulu datang untuk mematikannya.

Kekecewaan Ibu di Sikka terhadap Vonis 10 Tahun Penjara Pembunuh Putrinya: “Di Mana Keadilan?”

Vonis itu membuka kembali perdebatan lama tentang bagaimana hukum Indonesia memperlakukan anak yang melakukan kejahatan berat

Suara Suster Rita yang Memberi Harapan

Dalam Gereja yang hierarkis dan maskulin, suara perempuan sering terpinggirkan—namun justru dari sana, Suster Rita berbicara paling dekat dengan luka yang diabaikan kekuasaan.

EDITORIAL

Perempuan Bicara

Kekecewaan Ibu di Sikka terhadap Vonis 10 Tahun Penjara Pembunuh Putrinya: “Di Mana Keadilan?”

Vonis itu membuka kembali perdebatan lama tentang bagaimana hukum Indonesia memperlakukan anak yang melakukan kejahatan berat

Suara Suster Rita yang Memberi Harapan

Dalam Gereja yang hierarkis dan maskulin, suara perempuan sering terpinggirkan—namun justru dari sana, Suster Rita berbicara paling dekat dengan luka yang diabaikan kekuasaan.

Lawan Kekerasan Seksual

Kami berkomitmen melawan segala bentuk kekerasan seksual. Karena itu, kami telah menerbitkan pedoman khusus untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

KoLiterAksi merupakan halaman yang khusus kami sediakan untuk artikel-artikel terkait edukasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum untuk menulis. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung literasi di NTT, bagian dari kolaborasi Floresa, Sunspirif for Justice and Peace dan Rumah Baca Aksara

PAUD hingga SMP di Kabupaten Manggarai Usung Semangat Kolaborasi dalam Perayaan Hardiknas

Kerja sama dan kolaborasi antarlembaga merupakan hal yang krusial dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua, kata ketua panitia
Kami merilis seri liputan khusus tentang kasus kekerasan seksual di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kasus ini melibatkan pelaku dosen sekaligus imam Katolik, dengan penyintas mahasiswi, mengisyaratkan kentalnya relasi kuasa yang timpang. Kami membingkainya dalam tema Demi Nama Baik Gereja. Baca seri liputannya di sini.

Di Depan Patung Bunda Maria

Nai berdiri di ceperan tembok penahan jalan. Angin siang mengibas rambutnya, tipis dan lelah. Di bawah, kendaraan lalu-lalang tanpa peduli. Ia menatap kosong, seperti...

Perempuan di Musim Kemarau 

Cerpen "Perempuan di Musim Kemarau" karya Teofilus Afres

Guru Mika

Selepas kejadian yang nyaris mencampakkan tubuhku ke liang lahat,...

Bapak dan Televisi

Malam itu, tak ada acara menonton televisi seperti biasa. Bapak menggantinya dengan khotbah kebangsaan. Aku dan ibu diperintahkan duduk di sofa

Zak Susu

Cerpen Zak Susu mengisahkan usaha menjaga warisan leluhur berhadapan dengan tawaran dan ancaman

Bang Motang

Karya: NANA LALONG Orang besar se-Flores sekali waktu diundang ke...
Ulasan tentang buku, artikel jurnal dan film, sembari menemukan relevansinya dengan konteks saat ini.

Ketika Pakaian yang Kita Kenakan Diam‑Diam Menggerogoti Tubuh: Awasan dari Film “Menolak Punah”

Film ini tidak memerintah penonton untuk segera berubah, tetapi meninggalkan kegelisahan yang sulit dihapus—tentang apa yang kita kenakan, kita cuci, kita buang, dan tanpa sadar kita wariskan

Kolonialisme Hijau Berkedok Dekarbonisasi

Kolonialisme hijau terus merampas sumber daya dan mereproduksi relasi kolonial — sambil menyamarkan diri dalam jubah pembangunan ramah lingkungan

Membaca Kembali Jejak Militerisme yang Kini Menguat dalam Format Baru

Setiap kali militer kembali diberi ruang istimewa, baik lewat bisnis, proyek, maupun kekuasaan formal, yang sebenarnya terjadi adalah penebalan dinding antara rakyat dan negara

Bagaimana Ata Modo Menantang Logika Ekowisata versi Pemerintah, Korporasi dan Agen Konservasi?

Masyarakat adat di dalam kawasan Taman Nasional Komodo menawarkan model alternatif, menggugat ekowisata berwatak neoliberal yang memfasilitasi perampasan sumber daya