Floresa.co membuka kesempatan kepada Anda yang ingin menulis untuk publik melalui rubrik “Analisis” dan “Literasi.”

Kalau Memang Merusak, Untuk Apa Kami Terima? Cerita Warga Poco Leok yang Tolak Perluasan PLTP Ulumbu

Perluasan proyek PLTP Ulumbu terjadi menyusul penetapan Pulau Flores sebagai pulau panas bumi pada 2017, yang mendorong eksploitasi di beberapa tempat, termasuk di Wae Sano di Kabupaten Manggarai Barat dan Mataloko di Kabupaten Ngada, yang juga mendapat resistensi warga.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Dari Politisi, Pebisnis Restoran dan Hotel hingga Raja Sawit: Jaringan Perusahaan di Habitat Komodo yang Mulai Tersingkap

Sebagian dari nama-nama mereka yang terkait dengan perusahaan-perusahaan ini memiliki kedekatan dengan kekuasaan, termasuk dengan Presiden Joko Widodo

Klaim BOP-LBF Soal Proyek Pariwisata di Hutan Bowosie, Labuan Bajo: Mengapa Ditentang Kelompok Sipil?

Bahaya kerusakan lingkungan yang mengancam kota Labuan Bajo dan masalah lahan yang belum tuntas dengan warga lokal, dua isu krusial yang dianggap kelompok sipil diabaikan BOP-LBF dalam proyek alih fungsi 400 hektar Hutan Bowosie.

PUBLIKASI TERBARU

‘Trusted Media Summit’ yang Dihadiri Floresa.co: Bahas Tantangan Media Saat Ini Hingga Pentingnya Media Alternatif

Kehadiran media alternatif dianggap sebagai upaya mempertahankan kualitas jurnalisme yang kontributif terhadap kepentingan publik, di tengah tantangan saat ini, termasuk runtuhnya kepercayaan publik terhadap media. Namun, itu bukan pekerjaan mudah karena kendati banyak berkontribusi terhadap kerja-kerja publik, di saat bersamaan, media alternatif juga sebenarnya rentan.

Skandal Fee Proyek APBD di Kabupaten Manggarai: Formappi Dukung DPRD Gunakan Hak Angket

"DPRD sebagai mitra pemerintah punya kepentingan untuk memastikan bupati dan jajarannya menjalankan roda pemerintahan dan mengeksekusi kebijakan sesuai dengan ketentuan undang-undang."

Kalau Memang Merusak, Untuk Apa Kami Terima? Cerita Warga Poco Leok yang Tolak Perluasan PLTP Ulumbu

Perluasan proyek PLTP Ulumbu terjadi menyusul penetapan Pulau Flores sebagai pulau panas bumi pada 2017, yang mendorong eksploitasi di beberapa tempat, termasuk di Wae Sano di Kabupaten Manggarai Barat dan Mataloko di Kabupaten Ngada, yang juga mendapat resistensi warga.

Bantah Klaim PT Flobamor, Pelaku Wisata Anggap Akan Tetap Terjadi Monopoli Bisnis di Kawasan TN Komodo

"Kebijakan PT Flobamor ini mempertaruhkan masa depan konservasi dan pariwisata berkeadilan di TN Komodo yang selama ini terus dipertahankan publik."

MEDIA SOSIAL KAMI

11,604FansSuka
1,298PengikutMengikuti
2,040PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

ANALISIS

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Rezim Penghancur di Bowosie

Persoalan Bowosie sebetulnya bukan saja soal konsep pariwisata yang pro-kapitalis, tetapi yang lebih parah ialah bagaimana agenda bisnis orang-orang kuat yang meng-capture kekuasaan. Ketakutan akan ada agenda diskriminasi terhadap hak-hak masyarakat lokal begitu kuat, karena di atas tanah leluhur masyarakat, negara “menggadaikan” hak-hak masyarakat untuk kepentingan korporasi.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

BANYAK DIBACA

Ruteng dan Kebusukan yang “Disingkirkan Seperti Najis”

Setiap kota, termasuk Kota Ruteng, tulis Frumens Arwan, selalu punya dua sisi: yang dipertontonkan dan yang disingkirkan seperti najis. Sisi yang kedua itu harus segera disadari, disembuhkan, dan dijamah, tidak terus-menerus disingkirkan.

Korban “Tragedi Rabu Berdarah” yang Dilupakan Negara

Sejumlah petani dari Colol yang ikut dalam aksi demonstrasi di Ruteng pada Rabu, 10 Maret 2004 ditembak aparat, dalam peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Rabu Berdarah. Sebagian dari mereka meregang nyawa, yang lainnya harus berjuang hidup dengan kondisi cacat permanen dan trauma yang terus menghantui. Artikel ini memuat kisah korban tragedi itu dan bagaimana mereka dilupakan negara.

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

Imam Berbau Domba

Kalau Anda belum gerah melihat mentalitas feodal dalam Gereja, sebaiknya mari merenungkan ulang tentang kesalehan Kristiani. Tentu, sambil tidak lupa berdoa untuk para imam yang peduli pada masyarakat kecil, imam yang sangat sederhana, yang ‘berbau domba’ menurut kata-kata Paus Fransiskus.

Galeri: Aksi Warga Compang Longgo, Mabar Tuntut Pemerintah Perbaiki Bendungan Rusak

Floresa.co - Masyarakat Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur menggelar aksi...

Galeri: Aksi Warga Wae Sano Tolak Proyek Geothermal

Dalam foto-foto ini, Tim Floresa.co merekam aksi unjuk rasa warga Wae Sano, Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat, 4 Maret 2022 untuk menolak proyek geothermal di desa mereka.

BACA JUGA

Keluarga Bupati, Ketua Tim Sukses Ikut Diperiksa Polisi Terkait Kasus Fee Proyek di Manggarai

Tomi dan Wilibrodus sebelumnya disebut-sebut ikut meminta jatah fee 2 % untuk proyek yang hendak diberikan kepada kontraktor Adrianus Fridus, yang sudah diperiksa polisi pada Rabu, 7 September.

Di Tengah Sorotan Luas, THL dan Kontraktor Kompak Hilangkan Peran Isteri Bupati Manggarai dalam Kasus Dugaan Fee Proyek

Pernyataan terbaru kontraktor Adrianus Fridus itu, sama dengan pengakuan Rio Senta, seorang Tenaga Harian Lepas [THL] yang juga ikut terlibat dalam kasus ini, yang membantah peran Meldyanti Hagur, isteri Bupati Manggarai, Herybertus GL Nabit.

Jangan Sampai Jadi ‘ATM Oknum Jaksa Nakal,’ TPDI Ingatkan Kejaksaan Serius Tangani Dugaan Korupsi Terminal di Mangggarai Timur

Istilah menjadi ATM bagi penegak hukum seperti oknum jaksa merujuk pada praktek pemerasan terhadap orang yang sedang dalam proses hukum, dengan kompensansi kasusnya tidak ditindaklanjuti asal menyerahkan uang kepada mereka.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Manggarai mendapat pengaruh budaya oleh pendatang dari berbagai macam latar belakang, seperti Cina, Jawa, Bugis, Padang, Bali, Makasar, Belanda, Portugis, termasuk penduduk Pulau Flores dan penduduk NTT dari daerah lain. Hal ini telah memperkaya dan membentuk keanekaragaman budaya di Manggarai.

Industri Ekstraktif dan Derita Berkepanjangan Warga Satar Punda

Desa Satar Punda di Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah operasi tambang mangan selama dua dekade. Setelah beroperasi, bekas galian dibiarkan begitu saja, dengan berbagai narasi tentang kerusakan alam. Kini, di wilayah itu, di mana warganya mayoritas petani, pemerintah sudah menerbitkan izin tambang baru untuk batu gamping, bahan baku pabrik semen yang juga akan dibangun di desa itu. Simak laporan ini yang mengulas bagaimana pertambangan telah menjadi bencana bagi kehidupan warga.

Kopi Colol Mendunia, Bagaimana Nasib Petaninya?

Dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkelas, yang kualitasnya sudah diakui secara nasional, bahkan mendunia, kondisi kehidupan petani di Colol masih memperihatinkan. Harga jual yang mereka dapat dari jerih payah mengolah kopi begitu rendah.

Gereja Keuskupan Ruteng dan Geothermal Wae Sano

Prinsip Etis Kristiani cukup awas dengan anasir-anasir utilitaris di balik cerita-cerita besar. Jangan sampai terjadi “biarlah satu orang mati untuk semua bangsa” pada warga Wae Sano.

KRITIS

Saat Generasi Penenun Songke Semakin Tua, Karya Intelektual Perempuan Adat Manggarai ini Kian Suram

Rendahnya penghasilan dari menenun, membuat sejumlah ibu-ibu penenun muda di Lamba Leda Utara berhenti dari pekerjaan tersebut. Dan biasanya, di antara mereka memilih merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

Rio Senta: Pegawai Dinas PUPR yang Jaga Rujab Bupati, Pernah Akui Jalankan Misi Khusus

Mantan tim sukses bupati dan wakil bupati saat Pilkada 2020 ini diduga memiliki peran mengatur pungutan fee proyek yang menyeret nama istri bupati

Keluarga Bupati, Ketua Tim Sukses Ikut Diperiksa Polisi Terkait Kasus Fee Proyek di Manggarai

Tomi dan Wilibrodus sebelumnya disebut-sebut ikut meminta jatah fee 2 % untuk proyek yang hendak diberikan kepada kontraktor Adrianus Fridus, yang sudah diperiksa polisi pada Rabu, 7 September.

Di Tengah Sorotan Luas, THL dan Kontraktor Kompak Hilangkan Peran Isteri Bupati Manggarai dalam Kasus Dugaan Fee Proyek

Pernyataan terbaru kontraktor Adrianus Fridus itu, sama dengan pengakuan Rio Senta, seorang Tenaga Harian Lepas [THL] yang juga ikut terlibat dalam kasus ini, yang membantah peran Meldyanti Hagur, isteri Bupati Manggarai, Herybertus GL Nabit.