Seri Pertama Kelas Pendidikan Kritis Kaum Muda NTT

Keadilan Agraria, Masyarakat Adat dan Krisis Lingkungan di NTT

Ruang belajar bersama untuk memahami, menganalisis, dan merespons berbagai masalah sosial di Nusa Tenggara Timur. Informasi rinci bisa dicek di sini

“Pesta Babi” dan Negara yang Gugup

Ketika bertanya 'apakah acara ini aman?' menjadi refleks sosial, kebebasan sipil sudah cedera parah — jauh sebelum negara resmi melarang apa pun.

DUKUNG JURNALISME KAMI

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh. Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca dan mereka yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi. Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

PERSPEKTIF

Artikel-artikel yang mengkaji berbagai isu publik dalam bentuk analisis, esai, hingga opini. Klik di sini jika Anda berminat mengisi rubrik ini.

PERISTIWA

EDITORIAL

BACA JUGA

DPRD Manggarai Minta Inspektorat Audit Proyek Air Bersih Bermasalah di Reok Barat

Permintaan tersebut merespons rentetan aksi protes warga beberapa bulan terakhir soal proyek yang gagal mengalirkan air ke rumah mereka

Bandit yang Merusak Pariwisata Labuan Bajo

Penipuan wisatawan adalah pengkhianatan terhadap anugerah alam Labuan Bajo. Tempat ini bukan ruang bagi para bandit.

Siswa SD Tewas Tenggelam di Danau Rana Mese, Siapa Bertanggung Jawab atas Keselamatan Pengunjung?

BBKSDA NTT mengklaim telah memasang papan larangan mandi dan berenang, terutama kepada anak-anak dan remaja

Audiensi Serentak di Rote dan Kupang: Jaksa Didebat soal Dasar Kasasi atas Vonis Bebas Erasmus Frans Mandato

Kasasi jaksa atas vonis bebas Erasmus dipertanyakan, setelah perdebatan terbuka justru menegaskan bahwa hukum menyebut “pemeriksaan terdakwa”—bukan sekadar pelimpahan berkas—sebagai batas yang tak bisa ditafsirkan semaunya.

BANYAK DIBACA

LIPUTAN KHUSUS

Sawah dan Tenun yang Menjaga Hidup Perempuan Wairhek

Keduanya diperlakukan seperti tubuh sendiri: dirawat, dijaga, dan dilindungi di tengah rasa cemas yang terus hadir karena konflik dengan korporasi Keuskupan Maumere

Perempuan Bicara

Melawan Ketidakadilan terhadap Perempuan: Mengenang R.A. Kartini

Kartini bukan sekadar nama, tapi mimpi tentang martabat perempuan yang setara

Mengubur Parang, Menyemai ‘Taan Tou’ untuk Adonara yang Damai

Jika kehormatan terus-menerus dibayar dengan darah, bukankah yang sedang kita wariskan kepada anak cucu bukan kemuliaan, melainkan lingkaran kekerasan yang tak pernah usai?

Lawan Kekerasan Seksual

Kami berkomitmen melawan segala bentuk kekerasan seksual. Karena itu, kami telah menerbitkan pedoman khusus untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

KoLiterAksi merupakan halaman yang khusus kami sediakan untuk artikel-artikel terkait edukasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum untuk menulis. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung literasi di NTT, bagian dari kolaborasi Floresa, Sunspirif for Justice and Peace dan Rumah Baca Aksara

Kami merilis seri liputan khusus tentang kasus kekerasan seksual di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kasus ini melibatkan pelaku dosen sekaligus imam Katolik, dengan penyintas mahasiswi, mengisyaratkan kentalnya relasi kuasa yang timpang. Kami membingkainya dalam tema Demi Nama Baik Gereja. Baca seri liputannya di sini.

Di Depan Patung Bunda Maria

Nai berdiri di ceperan tembok penahan jalan. Angin siang...

Perempuan di Musim Kemarau 

Cerpen "Perempuan di Musim Kemarau" karya Teofilus Afres

Guru Mika

Selepas kejadian yang nyaris mencampakkan tubuhku ke liang lahat,...

Bapak dan Televisi

Malam itu, tak ada acara menonton televisi seperti biasa. Bapak menggantinya dengan khotbah kebangsaan. Aku dan ibu diperintahkan duduk di sofa
Ulasan tentang buku, artikel jurnal dan film, sembari menemukan relevansinya dengan konteks saat ini.

Ketika Pakaian yang Kita Kenakan Diam‑Diam Menggerogoti Tubuh: Awasan dari Film “Menolak Punah”

Film ini tidak memerintah penonton untuk segera berubah, tetapi meninggalkan kegelisahan yang sulit dihapus—tentang apa yang kita kenakan, kita cuci, kita buang, dan tanpa sadar kita wariskan

Kolonialisme Hijau Berkedok Dekarbonisasi

Kolonialisme hijau terus merampas sumber daya dan mereproduksi relasi kolonial — sambil menyamarkan diri dalam jubah pembangunan ramah lingkungan

Membaca Kembali Jejak Militerisme yang Kini Menguat dalam Format Baru

Setiap kali militer kembali diberi ruang istimewa, baik lewat bisnis, proyek, maupun kekuasaan formal, yang sebenarnya terjadi adalah penebalan dinding antara rakyat dan negara