Seri Pertama Kelas Pendidikan Kritis Kaum Muda NTT

Keadilan Agraria, Masyarakat Adat dan Krisis Lingkungan di NTT

Ruang belajar bersama untuk memahami, menganalisis, dan merespons berbagai masalah sosial di Nusa Tenggara Timur. Informasi rinci bisa dicek di sini

“Pesta Babi” di Labuan Bajo: Dari Kolonialisme Baru, Perebutan Ruang, hingga Pertanyaan Soal Keberpihakan Gereja

Diskusi film dokumenter ini diinisiasi para mahasiswa Katolik, menghadirkan imam dari Keuskupan Labuan Bajo, anggota DPRD, aktivis perempuan dan pegiat media

DUKUNG JURNALISME KAMI

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh. Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca dan mereka yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi. Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

PERSPEKTIF

Artikel-artikel yang mengkaji berbagai isu publik dalam bentuk analisis, esai, hingga opini. Klik di sini jika Anda berminat mengisi rubrik ini.

PERISTIWA

EDITORIAL

BACA JUGA

Mahasiswa NTT Tuntut Jaksa Cabut Kasasi atas Vonis Bebas Erasmus Frans Mandato

Mereka mempertanyakan ketidaksinkronan kronologi antara Kejari Rote Ndao dan Kejati NTT. Sementara Kepala Kejari dirotasi ke Cilegon, Provinsi Banten

Buruh Migran NTT: Cermin Palsu Keadilan di Hari Buruh

Selama buruh paling rentan—yang berangkat dari Maumere dengan segunung utang dan segenggam harapan—tak pernah menjadi subjek perayaan, maka Hari Buruh hanya memantulkan cermin palsu keadilan

Perempuan Pesisir Maumere: Ketika Mangrove Hilang, Merekalah yang Pertama Menanggung Dampak

Kaum perempuan pesisir kian cemas karena mangrove, pelindung terakhir dari banjir rob, terus menyusut

Kasus Bunuh Diri di Manggarai Timur Terus Meningkat, Kadis P2KBP3A Sebut Butuh Penanganan Lintas Sektor

Dalam dua bulan terakhir, terdapat empat kasus bunuh diri. Salah satu korbannya adalah polisi

BANYAK DIBACA

LIPUTAN KHUSUS

Tetap Beriman, Tak Lagi ke Gereja: Dalamnya Kekecewaan Perempuan Nangahale terhadap Institusi

Mereka adalah bagian dari tulang punggung kehidupan menggereja, namun memilih menjauh karena korporasi milik keuskupan berulang kali merobohkan rumah dan merusak tanaman

Perempuan Bicara

Melawan Ketidakadilan terhadap Perempuan: Mengenang R.A. Kartini

Kartini bukan sekadar nama, tapi mimpi tentang martabat perempuan yang setara

Mengubur Parang, Menyemai ‘Taan Tou’ untuk Adonara yang Damai

Jika kehormatan terus-menerus dibayar dengan darah, bukankah yang sedang kita wariskan kepada anak cucu bukan kemuliaan, melainkan lingkaran kekerasan yang tak pernah usai?

Lawan Kekerasan Seksual

Kami berkomitmen melawan segala bentuk kekerasan seksual. Karena itu, kami telah menerbitkan pedoman khusus untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

KoLiterAksi merupakan halaman yang khusus kami sediakan untuk artikel-artikel terkait edukasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pemerhati pendidikan, maupun masyarakat umum untuk menulis. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung literasi di NTT, bagian dari kolaborasi Floresa, Sunspirif for Justice and Peace dan Rumah Baca Aksara

Kami merilis seri liputan khusus tentang kasus kekerasan seksual di Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kasus ini melibatkan pelaku dosen sekaligus imam Katolik, dengan penyintas mahasiswi, mengisyaratkan kentalnya relasi kuasa yang timpang. Kami membingkainya dalam tema Demi Nama Baik Gereja. Baca seri liputannya di sini.

Di Depan Patung Bunda Maria

Nai berdiri di ceperan tembok penahan jalan. Angin siang...

Perempuan di Musim Kemarau 

Cerpen "Perempuan di Musim Kemarau" karya Teofilus Afres

Guru Mika

Selepas kejadian yang nyaris mencampakkan tubuhku ke liang lahat,...

Bapak dan Televisi

Malam itu, tak ada acara menonton televisi seperti biasa. Bapak menggantinya dengan khotbah kebangsaan. Aku dan ibu diperintahkan duduk di sofa
Ulasan tentang buku, artikel jurnal dan film, sembari menemukan relevansinya dengan konteks saat ini.

Ketika Pakaian yang Kita Kenakan Diam‑Diam Menggerogoti Tubuh: Awasan dari Film “Menolak Punah”

Film ini tidak memerintah penonton untuk segera berubah, tetapi meninggalkan kegelisahan yang sulit dihapus—tentang apa yang kita kenakan, kita cuci, kita buang, dan tanpa sadar kita wariskan

Kolonialisme Hijau Berkedok Dekarbonisasi

Kolonialisme hijau terus merampas sumber daya dan mereproduksi relasi kolonial — sambil menyamarkan diri dalam jubah pembangunan ramah lingkungan

Membaca Kembali Jejak Militerisme yang Kini Menguat dalam Format Baru

Setiap kali militer kembali diberi ruang istimewa, baik lewat bisnis, proyek, maupun kekuasaan formal, yang sebenarnya terjadi adalah penebalan dinding antara rakyat dan negara