[Cerpen] Ema de Laus

Oleh: GREGORIUS AFIOMA "Belikan lima bungkus rokok! Berikan itu pada ema de’Laus!”. Intonasi suara yang keras dan kasar. Suara ayah yang tidak seperti biasanya kudengar sehari-hari. Sembari  ia...

[Puisi] Cum Laude untuk Pak Ben Mboi

Oleh: AGUSTINUS DAWARJA Pak Ben.... Pertama kali aku berjumpa denganmu di tahun 82-an Saat itu aku masih sekolah menengah di Seminari Kisol Kau datang bersama Ibu Nafsiah Tak ada kesan luar biasa saat...

Pantai Pede : Pesan Cinta dan Kesetiaan

oleh : GABRIEL MAHAL Suatu senja di tahun 1915. Pecah kabar seorang Sultan Bima meninggal. Manggarai menolak hadir dalam upacara pemakaman. Ini suatu bentuk penolakan dan perlawanan terhadap...

[Puisi] Gadis Malam

Oleh: ALDUS WAE Bagai puntung engkau berbaris Di samping rel engkau mengais Dengan bangga engkau narsis Demi hidup engkau berjualan karcis Masihkah engkau gadis? - Malam engkau terlihat mempesona Siang engkau terbujur kaku merana Meratapi nasib,...

Titik Temu

Oleh: KLEMENS BHAJO   Hari ini kami bertemu di tanah lapang Bibir pantai terikan ikan dan udang, Punggung bukit memikul wortel dan kentang, Sayuran dari lembah yang membentang Minggu sebelum gelap jualan digelar...

[Puisi] Gembala

Oleh: ARIEF LAGA Aku pusing Menyeka harum gaun kebesaranmu yang agung Tanpa kau paksa aku pasti bersenandung  Menerima hadirmu dengan ribuan kidung Aku domba yang merindu kasihmu yang ulung --- Aku, satu dari miliaran domba Inginkan...

[Cerpen] Kemarinku Hilang

Oleh: ADRIAN KERAF Malam itu semakin larut dan semakin dingin. Kusulut terus rokok filter kesukaanku untuk mengimbangi diginnya malam itu, dengan maksud suhu tubuku terjaga. Maklum saya pemadat. Saya...

[Cerpen] Kematian Sumpah

Oleh: ORIOL DAMPUK   Waktu menunjukkan pukul 17.50 WITA. Panaroma sunset menghiasi perjalanan melelahkan ini. Bentangan laut yang diapiti puluhan pulau mewarnai keinginanku untuk segera sampai di istana termegahku. Aku...

Puisi-Puisi Norben Syukur

NYANYIAN PETANI Sebakul doa kau bawah ke sawah kau semaikan di sudut pematang hati menanti musim panen yang tak lupa datang membawa cinta untuk ibu yang tak kunjung henti menyulam doa di sudut...

[Cerpen] Di Pantai yang Melupakan Waktu!

Oleh: GREGORIUS AFIOMA Jika kau duduk di pantai itu, waktu terasa berhenti. Kau bisa menikmati percakapan dengan temanmu hingga melupakan waktu. Dari pagi kau bisa duduk, matamu tak...

[Cerpen] Rindu Kopi Kiriman Ayah

Oleh: GREGORIUS AFIOMA Tidak seperti hari biasanya, sekarang tepung kopi yang ditaruh dalam toples kaca ini hanya menjadi barang tontonan. Banyaknya tidak seberapa lagi. Tinggal seruas ujung jari...

Desember Rein ’14: Puisi-Puisi Adven Gerard Bibang

DESEMBER REIN ’14 (20.21.22)     JALAN   Sepanjang jalan pulang aku memikirkan kisah kami yang punya benang merah dengan cerita berjuta bintang yang berasmara melalui kilauan cahaya-cahaya mereka. Sekarang aku tahu darimana...

Puisi-Puisi Arief Laga

HANYA TANAH Kala, Wacana mengharuskanmu untuk bergerak Kesusahan membuntutimu Ketakutan merangkulmu erat Kemunafikan mengikatmu dasyat Kekuasaanmu, Sebuah strtegi kehausan akan kehormatan Bertumbuh subur meski ada dilema Mengakar, meski tak harus disiangi Mendunia meski tak melalui desas desus Tampilanmu, Mencengangkan Membinggungkan Lagi...

TERKINI