[Puisi] Mata Air

Karya: Febrianus Suhardi  I di bawah kaki bukit yang muram aku mengigau sepanjang pagi meratapi gusar dan letih yang meretak tak bertepi. II pada mentari yang meninggi kuoleskan bekas luka, mencungkil kembali bintik memerah pudar. III senja yang itu tak mampu...

Kopi de Molas

Karya: NANA LALONG Kopi bagai nafas bagi penghuni lembah ini. Hari dibuka dengan segelas kopi. Menutupnya, entah kapan, juga dengan kopi. Jika suatu pagi engkau datang kemari, akan kau...

[Puisi] Pesona Kekuasaan

Karya: YONES HAMBUR … Dengar sang ‘kekuasaan’, Sebar, tebar kobar keelokanmu, Gagah perkasa citra rasamu, Merasuk jiwa penuh dahaga, Bagi hati sang perakus akan dirimu, … Aurahmu semakin menggelora, terpancar dari dirimu, Mengguncang tabiat sang penguasa, Memikat hati...

[Puisi] Derita di Kolong Langit

Karya: AGUSTINUS YOGI D. WARUT Pelita itu di atas kaki dian Sebab tersembunyi pun akan dinyatakan Meski banyak kata t’lah tertelan Suara parau terseka di alas tenggorokan   Jariku terlampau banyak Untuk siksa yang...

[Puisi] Nyanyian Rakyat dan Koruptor

Karya: MILIN KOWA Mimpi sejumpai menghanyutkan diriku Merekah masa depan yang penuh tanda tanya   Malam itu Kumengerti yang kucari Kumengerti yang kunanti Satu sebuah ya Aku tahu Aku temukan   Mataku memandang keanggunan Hatiku melirik kenikmatan Hasratku terpenuhi Badai padang pasir penghempas...

[Puisi] Pelacur Demokrasi dan Gadis Perempatan

Karya: FLAFIANI JEHALU PELACUR DEMOKRASI Akan tiba waktunya Aku akan berdiri di bawah bendera negerimu tanpa busana Biar kau lihat rusuk-rusukku yang mulai menangis darah Jantungku yang mulai berdetak pelan Akan ku kumpulkan para...

Puisi-puisi Eugen Sardono

Cintaku Sampai di Belis (i) Ahima, nama sang kekasih jiwaku Namamu sudah, dilekatkan di hatiku semenjak engkau berusia tujuh belas tahun Kalau engkau masih ragu, silakan kita membela dada Tuhan, tuk menjawab...

Puisi-puisi Febrianus Suhardi

HASRAT Barisan wajah kata-kata itu Berlumur lumpur pekat. Sebilah pedang pusaka menebas Jemari-jemari biru milik pujangga. “Aku telah kehilangan cahayaku Pucuk jari-jariku telah putus. Adakah kau punya lebih Dan aku pinjamkan yang tengahnya.” Pujangga itu masih...

Puisi-puisi Eugen Sardono

Pondik Lahir Kembali (i) Di sebuah daerah yang terkenal dengan pegunungan kisah Pondik menjadi kisah bersama, senada lagi seirama mulut-mulut menuturkan secara estafet (ii) Pondik berjalan semua mata menatap bukan karena kegantengan, tetapi karena...

Puisi-puisi Joan Udu

Ibu /a/ Di depan kerdip lilin kembar Ibu sendiri. Terjaga di atas amsal-amsal suci Kata demi kata ia kunyah halus-halus Sudah itu diteguknya lekas-lekas Satu teguk, dua teguk, tiga teguk Di ujung suatu lenguhan...

[Cerpen] Arang dalam Mata Garuda

Oleh: YOVAN ABDULLAH Orang bilang dia gagak. Ia malam berkabut. Kelam. Dan orang sekampung memanggilnya Ngkula. Hitam. Ia sebenarnya punya nama: Viktorius, dipanggil Viktor, itu saja, tanpa embel-embel nama...

[Cerpen] Saat Cinta itu Sulit Dipercaya

  OLEH : GREGORIUS AFIOMA Pada hari Valentine, saya ada janji tukaran coklat dengan teman-teman di kelas. Ketika sedang membungkus kado pada pagi hari, seorang teman menyindir saya. “Apa...

[Cerpen] Anak Tuhan

Oleh: BONEFASIUS SAGI Kupanggil namanya Jason. Tiga tahun umurnya. Sudah bisa memanggil namaku. “Mama Rina,” sebutnya. Kosakata yang dilafalkannya memang terbatas, tapi dalam banyak hal sudah mengerti. Anak yang sehat,...

TERKINI