Bang Motang

Karya: NANA LALONG Orang besar se-Flores sekali waktu diundang ke sebuah perjamuan di lembah Ruteng. Tidak mereka kenal persis siapa tuan yang menjamu mereka di perjamuan malam itu....

[Puisi] Pesona Kekuasaan

Karya: YONES HAMBUR … Dengar sang ‘kekuasaan’, Sebar, tebar kobar keelokanmu, Gagah perkasa citra rasamu, Merasuk jiwa penuh dahaga, Bagi hati sang perakus akan dirimu, … Aurahmu semakin menggelora, terpancar dari dirimu, Mengguncang tabiat sang penguasa, Memikat hati...

Puisi-puisi Febri Nagut

Sang Pengembara Sejak pertama keduanya bertemu Ia, lautan kehidupan membanjiri badan Mengelinding mencari lubuk hati Bergulat dengan kehidupan dalam jangka tak biasa Berjalanlah ia kesemua arah Dengan mengeja mata Mengeja telinga Dan, mengeja kehidupan itu Timbul...

Pantai Pede : Pesan Cinta dan Kesetiaan

oleh : GABRIEL MAHAL Suatu senja di tahun 1915. Pecah kabar seorang Sultan Bima meninggal. Manggarai menolak hadir dalam upacara pemakaman. Ini suatu bentuk penolakan dan perlawanan terhadap...

Wajah Maaf Sang Ibu dan Ayah

Karya: NASARIUS FIDIN kutermenung di bawah payung duka mengenai kepergianmu tak secuil senyum dari bibir manismu tak seuntai pesan buat ibu, ayah, saudara, sahabatmu… menyisakan pilu menggumpal di kalbu   aku merenung-renung… kala kujumpai wajah...

Engkau Bilang Seni

Oleh: GERARD BIBANG 1/ engkau bilang narasi itu seni untuk manipulasi dan licik aku bilang, tidak! seniman adalah makhluk yang berhasrat merdeka yang peka akan gerak keindahan hidup yang mengkebiri nafsu akan barang ini...

Tukang Ojek Gadungan

Oleh: LIAN KURNIAWAN Pagi sekali, perjalanan jauh itu harus dimulai. Entah ada urusan apa, Alo hanya diminta untuk mengantar sang ayah ke kota. Alo sendiri begitu antusias, sebab...

Puisi-puisi Albertus Dino

  KINI KAU BERUBAH Hai, sahabat aku telah kembali Ingin hidup bersamamu lagi Membuka lembaran lama Yang telah kita lalu bersama   Kamu tahu, Di sana….. aku selalu membayangmu Saat nafasmu menghidupkanku Kini aku kembali Ingin menatapmu di sini   Kucari...

Puisi-Puisi Arief Laga

HANYA TANAH Kala, Wacana mengharuskanmu untuk bergerak Kesusahan membuntutimu Ketakutan merangkulmu erat Kemunafikan mengikatmu dasyat Kekuasaanmu, Sebuah strtegi kehausan akan kehormatan Bertumbuh subur meski ada dilema Mengakar, meski tak harus disiangi Mendunia meski tak melalui desas desus Tampilanmu, Mencengangkan Membinggungkan Lagi...

Titik Temu

Oleh: KLEMENS BHAJO   Hari ini kami bertemu di tanah lapang Bibir pantai terikan ikan dan udang, Punggung bukit memikul wortel dan kentang, Sayuran dari lembah yang membentang Minggu sebelum gelap jualan digelar...

[Puisi] Cum Laude untuk Pak Ben Mboi

Oleh: AGUSTINUS DAWARJA Pak Ben.... Pertama kali aku berjumpa denganmu di tahun 82-an Saat itu aku masih sekolah menengah di Seminari Kisol Kau datang bersama Ibu Nafsiah Tak ada kesan luar biasa saat...

Endong Patola

Oleh: NANA LALONG Lelaki yang selalu nangkring di pantai itu bertahun-tahun terobsesi daya magis endong patola, patola tau sama wulang. Itulah matahari atau tepatnya sebentuk sunset yang diburunya...

[Puisi] Lorang Tambang

Oleh: Gerard N. Bibang 1. di tepi lubang ini, kami duduk sambil menangis meratapi bumi wae teku* kami sudah lama mengering sungai-sungai mengalirkan bau amis natas labar* kami telah tiada uma rana* dan ladang-ladang kami telah digantikan...

TERKINI