Puisi-puisi Yanti Mahu

JARAK Ada senja yang mengantar rindu. Ada spoi yang menggelitik raga. Mata ingin menikmati. Jarak mengingatkan hati akan kesabaran.                 Mereka bilang penantian indah.               Ku bilang rindu indah.               Jika jarak menjanjikan kebahagian.               Aku akan menanti sampai tak ada lagi jarak.   Nikmati kebersaman dari kolong langit yang berbeda. Tak apa!!ini adalah bagian cinta. Karena cinta tak selalu dipandang, Cinta meski kau jauh. Selalu ada yang bernama Rindu.   Menemani hati dan berjanji akan kembali.         SANATA  DHARMA   Rumah kah ini ? Atau surga? Mataku terpaku, hatiku bergetar. Seperti singa yang baru keluar dari jahitan kawat berduri. Aku ingin berlari sekencang-kencangnya. Tanah Sanata Dharma terlalu luas di penglihatanku.               Orang-orang di sini,              Aku hanya pernah melihat mereka pada layar kaca kecil di gubukku.             Satu gadis cantik bak Luna Maya melintas tepat di sampingku.             Lalu aku memutar bola mataku mematutkan diri yang seperti upik abu ini             Aku berteriak “ aku takut tidak diterima, aku harus bagaimana?”                 Bagaimana jika mereka menertawakan sandal di kakiku Baju yang membalut tulangku, serta rambutku bak ijuk. Dalam gamangku, lentera itu datang, meski awalnya cahaya redup. Waktu ke waktu cahaya redup itu bagaikan cahaya di istana. Aku tak lagi takut, tak lagi menangis. Terimakasih lenteraku, terimakasih dosenku.          CITA-CITA   Pada malam ku bercerita. Mengulum senyum, lalu tertawa. Bintang mengejekku. Bulanpun terangnya seakan mengolokku. Tak peduli,meski dunia tahu akan kegilaanku.                                      Hatiku sudah tak ingin berkompromi dengan otakku.                     Perasaan ingin melihat ragamu.                     Otakku meyuruhku agar tinggal.                     Karena satu alasan yaitu cita-cita. TUGAS Saat malam dan jari-jarimu masih menari indah di atas keyboard leptopmu. Saat kasur selalu megajak matamu untuk segera menyentuhnya. Saat matamu bertemu pandang dengan lekukan guling di tempat tidurmu. Dan saat tugas-tugasmu masih menggunung seperti gunung merapi.                      Siapa yang kau salahkan di sini?                    Salahkah pemerintahmu?                    Yang mengharuskanmu sekolah sampai ujung langit.                    Demi tuntutan yang harus kau tuntaskan.   Bodohmu!!! Jika melihat balok di mata orang lain. Berjuanglah!!! kurangnya waktu pulasmu. Adalah pemerintah akan menghitungnya. Pemerintah tak suka dengan pemalas.                 Pemerintah pelahap jiwa pejuang tinggi.                 Yakinlah !! Engkau adalah satu di antara yang dilahap pemerintah.  HUJAN Hujan.. Beningmu jatuh membasahi gentengku Rintikanmu bagai bunyi piano yang indah. Sungguh, engkau melukis rindu. Untuk yang tak dapat kujangkau. Mungkinkah Tuhan menciptakan rindu itu di dalam suaramu?                         Hujan....                     Jika hari ini kau menyitari dia di sana.                     Sampaikan rinduku.                     Rindu untuk segera bertemu.                      KOPI DAN PETANG                        Kopi dan petang. Petang tak indah tanpa kopi. Tetapi kopi tetap ternikmati meski tanpa petang. Haruskan seegois itu?             Kita kata terindah sejak hari itu.          Sahabat janganlah kita seperti kopi dan petang.          Kuharap kita selalu seperti sandal usang.          Meski terlihat lama tetap saling mengisi.           BERLEHA   Sendiri,melawati hari Kamarku yang menjadi rumahku Buku-buku di sudut mejaku. Saksi bisu meyaksikan letihku                 Saat lelah datang               Lalu kuingat mereka               Merengkuh kesepuluh jari.               Lalu khusuk sebut namaku   Mereka bapa mamaku Orang yang menunggu kepulanganku. Lalu kusadari makin hari mereka makin abu. Haruskah ku berleha?   GULING DAN TUGAS   Cahaya petang menghampiriku Lewat jendela kamar usang Menyinariku dengan teriknya senja Aku terjaga dari pulasku                 Basah peluh keringat wajah               Guling menindihku.               Menatapku penuh birahi               Seakan mengajaku untuk tak beranjak   Tugas-tugas di meja itu Tersenyum manja menggelitikku Haruskah ku memilih? Guling atau Tugas? HANDPHONE   Apa suasana hatiku yang tak kau tahu? Tak malu-malu Segala ekspresi selalu kuperlihatkan didepanmu. Sedihku, kau saksi bisu. Marahku kau saksi bisu. Bahagiaku kau saksi senyumku.   Rela dibanting tak kala lawan bicaraku menyakitiku. Dielus, dicium tak kala di sana membuatku tersenyum. Kau paling tahu siapa saja yang pernah kusebut dengan “syg” lalu pergi dan hilang. Saat semua diambil waktu, kau begitu hening.   Aku malu, juga sedih. Kau yang bagai burung selalu berkicau di pagi hari. Membangunkanku dengan suara indah yang pernah kudengar dari handphoneku Hilang tak meninggalkan jejak.   Tiap mata bertemu pandang dengan handphoneku Seakan menatapku sedih, bertanya “di mana dia?” Aku tahu dia juga ingin mendengar suaramu. Aku dan handponeku sama-sama menikmati sepi. Yanti Mahu, dengan nama...

Lelaki Miskin di Pantai yang Makin Murung

Oleh: NANA LALONG 1/ lelaki miskin dari gunung nangkring di Pantai Pede dikejar calo karcis siang-siang   ia diomeli mengapa nekat masuk tanpa membayar di pintu masuk   lelaki miskin  dari gunung menjawab betapa orang...

Mazmur Pantai Pede

Oleh: GERARD N BIBANG     yooo Mori Keraeng*, Tuhanku jika kutanyakan kepadaMuPantai Pede itu milik siapa? mungkin begini jawab-MU: “ooo jelas bukan milik varanus komodensis atau yang kamu sebut...

TERKINI

Proyek Infrastruktur Tahun 2017 di Matim: 90 % Berkualitas Buruk

Borong, Floresa.co - Sembilan puluh persen proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), tahun anggaran 2017, berkualitas buruk. Hal itu disampaikan...

BBM 1 Harga, SPBU Modular di Matim Diresmikan

Borong, Floresa.co - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Modular (55.865.11) milik PT Nanga Labang yang terletak di Bea Borong, Desa Nanga Labang, Kecamatan...

Mendapat Pelayanan Buruk, Keluarga Pasien Mengamuk di Puskesmas Borong

Borong, Floresa.co - Keluarga pasien yang hendak melahirkan di Puskesmas Borong, Manggarai Timur (Matim), mengamuk di ruang bersalin puskesmas tersebut usai mendapat pelayanan buruk....

Ini Daftar 38 Caleg Eks Napi Korupsi yang Berlaga di Pileg 2019

Floresa.co - Menyusul adana putusan Mahkamah Agung (MA) yang membolehkan caleg mantan napi korupsi untuk maju dalam pemilihan legilslatif tahun depan, KPU pun mengesahkan 38...

TERPOPULER

Matim Jadi Prioritas Peningkatan Jalan Provinsi

Floresa.co - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berjanji meningkatkan ruas jalan provinsi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Hal itu disampaikannya dalam...

Manggarai Timur Butuh 73 Formasi CPNS

Floresa.co - Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote secara resmi telah mengumumkan formasi kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemkab Matim. Dalam pengumuman bernomor...

Tote Diduga Tilep Dana Tanggung Jawab Sosial PLTMH Wae Musur

Borong, Floresa.co - Forum Masyarakat Sebelah Wae Musur (Formasur), kelompok masyarakat sekitar sungai Wae Musur, di Kecamatan Rana Mese, Manggarai, NTT menduga Bupati Yosep Tote...

Mendapat Pelayanan Buruk, Keluarga Pasien Mengamuk di Puskesmas Borong

Borong, Floresa.co - Keluarga pasien yang hendak melahirkan di Puskesmas Borong, Manggarai Timur (Matim), mengamuk di ruang bersalin puskesmas tersebut usai mendapat pelayanan buruk....

Bertemu Tokoh Katolik di Atambua, Mendagri dan Gubernur NTT Bahas Masalah Sosial

Floresa.co - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat menggelar audiensi dengan hirarki Gereja Katolik di Keuskupan Atambua pada...