Mobil tangki air yang dikerahkan oleh PMI Manggarai Timur sedang melayani kebutuhan warga di Kelurahan Ulung Waras, Kecamatan Sambi Rampas, yang mengalami krisis air. (Foto: PMI Matim)

Floresa.coKrisis air bersih yang melanda warga di Kelurahan Ulung Waras, Kecamatan Sambi Rampas direspon oleh Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kabupaten Manggarai Timur dengan menerjunkan mobil tangki air.

Selama tiga hari, Senin-Rabu, 7-9 Oktober 2019, mobil itu, di bawah koordinasi lima relawan PMI, melayani kebutuhan warga dengan menyuplai air bersih ke sebelas titik anak kampung, demikian menurut Frumensius Hemat, Sekertaris PMI Matim.

Sebelas anak kampung itu adalah Langir, Nonggol, Ponto, Menge, Ncari, Mondo, Golo Nila, Wae Kara, Ngkarang, Padir Wai dan Lui.

Frumen menjelaskan, bencana kekeringan membuat masyarakat di Ulung Waras kekurangan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Mobil itu, kata dia, mengambil air dari Pota, yang jaraknya sekitar 12 km dari lokasi.

Ia mengatakan kepada Floresa.co, sebelumnya mereka mendapat informasi soal krisis air di Ulung Waras dari Bupati Andreas Agas.

“PMI kemudian bergerak cepat ke lokasi,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya tanggap darurat ini dilakukan dalam koordinasi dengan dinas terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.

Frumen menjelaskan, meski masa tanggap darurat krisis air ini hanya sampai hari ini, relawan PMI akan tetap siaga di lapangan sampai situasi normal kembali.

ARL/Floresa