Saat ini, lebih dari 200 warga Manggarai Raya yang selama ini bekerja di wilayah Papua mengatakan ingin kembali ke kampung halaman mereka, karena merasa tidak nyaman. Ini adalah foto warga yang kini mengungsi di komplek milik TNI Angkatan Udara di Sentani, Jayapura. (Foto: Anselmus Narang)

Floresa.coMatias Masir, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai mengatakan pihaknya membutuhkan data yang pasti terkait warga Manggarai di Papua yang menyatakan ingin pulang ke kampung halaman pasca meletusnya konflik beberapa waktu lalu.

“Yang kita lakukan sekarang adalah minta datanya dulu, apakah mereka benar-benar masyarakat Manggarai, lalu jumlahnnya berapa,” kata Matias, Selasa 8 Oktober 2019.

“Kita perlu mendalami dulu kasusnya seperti apa, lalu kita diskusi di tingkat DPRD,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum berdiskusi dengan eksekutif terkait masalah ini.

Menurut Masir, pola penanganan yang sama mereka lakukan ketika mendapat informasi terkait warga NTT, termasuk dari Manggarai, yang diusir perusahan sawit tempat mereka bekerja di Kalimantan Timur baru-baru ini. Kasus itu kemudian bisa diselesaikan dengan mediasi.

Pernyataan Masir menanggapi permintaan dari perwakilan warga Manggarai di Papua agar pemerintah dan DPRD di Manggarai Raya (Manggarai Barat dan Manggarai Timur) bisa membantu proses kepulangan mereka.

Informasi yang diperoleh Floresa.co dari Anselmus Narang, Sekretaris Ikatan Keluarga Besar Manggarai Jayapura, terdapat lebih dari 200 warga yang selama ini menetap di Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan kini ingin pulang kampung.  Sebanyak 155 di antaranya, sebagian adalah anak-anak, sedang berada di pengungsian di Sentani, sementara yang lainnya masih di Wamena.

Mereka mengungsi pasca kerusuhan pada 23 September lalu di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang menewaskan 33 orang, melukai ratusan lainnya dan sejumlah fasilitas umum serta rumah warga dibakar.

Tarsisius Hantang, salah seorang pengurus kerukunan masyarakat Manggarai mengatakan, warga Manggarai yang berada Jayapura berkomitmen memfasilitasi keberangkatan saudara-saudari mereka ke Makassar.

“Keberangkatan pengungsi dari tempat pengungsian yakni dari Jayapura menuju Makassar itu tanggung jawab kita di sini,” katanya.

Dari Makassar ke Labuan Bajo, kata dia, mereka mengharapkan agar pemerintah di Manggarai Raya yang membantu.

Ia menjelaskan, memang saat ini kondisi di Wamena sudah membaik.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, katanya, juga meminta kepada semua pengunsi supaya kembali ke Wamena.

Namun, menurut Tarsisius, para pengungsi dari Manggarai Raya menyampaikan bahwa mereka tidak akan kembali karena semua rumah dan harta mereka sudah hangus terbakar.

Bupati Manggarai Deno Kamelus belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini.

Engkos Pahing/Floresa