Pantai Pede, salah satu pantai yang kini sudah dikapling investor. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.coKetua DPRD Manggarai Barat (Mabar) Periode 2019-2024, Edistasius Endi mengakui sulitnya warga di kabupaten itu untuk mengakses wilayah pantai yang diakibatkan karena banyak yang sudah dikuasai oleh investor.

“Betapa susahnya rakyat menikmati keindahan pantai karena para pemodal sudah mengkapling akses masuk,” kata Edi dalam sambutan saat pengukuhan dirinya sebagai Ketua DPRD kabupaten itu di Kantor DPRD Mabar, Senin, 23 September 2019.

Menurutnya, saat ini masyarakat Mabar terpaksa harus melompat pagar jika hendak ke pantai. Ia berharap, Pemda segera mengambil langka strategis agar pantai bisa dimanfatkan oleh masyarakat sesuai amanat perundangan.

Ia juga meminta masyarakat Mabar turut aktif dalam setiap proses pembangunan di wilayah itu.

“Rakyat Manggari Barat tidak boleh menjadi penonton, tamu di tanah tumpah darahnya sendiri,” katanya.

BACA JUA: Perintah UU: Pantai Pede Milik Mabar

Lebih lanjut, tegasnya, amanah yang diberikan masyarakat Mabar selama lima tahun kedepan kepada 30 anggota DPR harus menghasilkan kerja nyata yang berpihak kepada kepentingan umum.

“Dengan segala kompleksitas tantangan dan kemudahan yang ada, kita mesti menjadi Lembaga DPRD yang produktif, inovatif dan visioner dalam menajalankan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat yang semakin dinamis,” ujarnya.

Ia meminta jajaran DPRD serius menjalan fungsinya termasuk mendorong pemerintah agar segera membuat regulasi terkait akses masyarakat ke pantai.

“Kita tidak boleh menjadi Lembaga DPRD yang prematur apalagi kalau sampai mandul,” tegasnya.

Selain Edi yang menjadi Ketua, dua anggota DPRD yang dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Ibarahim Ahmat Nur ialah, Marselinus Jeramun (PAN) dan Darius Angkur (PDIP). Keduanya menjabat sebagai wakil ketua.

NAN/Floresa