Tiga figur non kader partai politik yang menyatakan akan maju dalam Pilkada Manggarai 2010: Kornelis Dola, Herybertus Ngabut dan Agustinus Ganggut. (Foto: Ist)

Floresa.coSetidaknya tiga figur yang bukan kader partai politik sudah menyatakan siap bertarung pada Pilkada Manggarai tahun depan.

Ketiganya berlatar belakang sebagai birokrat di Pemkab Manggarai dan pengusaha.

Dari kalangan birokrat adalah Herybertus Ngabut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) dan Agustinus Ganggut, staf ahli Pemkab Manggarai.

Sementara dari kalangan pengusaha adalah Kornelis Dola, yang selama ini  berbasis di Manggarai Timur.

Mereka sudah secara terbuka melalui media massa maupun kepada keluarga dan kerabat menyatakan maju dalam Pilkada yang akan berlangsung pada September 2020.

Bahkan, ketiganya mengaku sudah membentuk relawan untuk menjalankan sosialisasi agar dikenal masyarakat.

Ditemui secara terpisah oleh Floresa.co di Ruteng, ketiganya mengatakan keseriuan untuk maju.

“Saya sudah menyampaikan kepada keluarga besar dan kerabat di seluruh Manggarai. Bahkan, saya sudah jalan keliling Manggarai untuk menyampaikan bahwa saya maju,” kata Kornelis, yang berasal dari Lempis, Kecamatan Cibal.

Alumnus Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng  (sebelumnya STKIP St. Paulus) adalah pemilik Hotel Gloria di Borong. Ia sebelumnya berstatus sebagai Aparatur Negeri Sipil (ASN) yang mengundurkan diri demi maju dalam Pilkada.

Kornelis mengklaim maju karena ingin menggapai idealismenya, yaitu mewujudkan inilai-nilai yang bersumber dari ajaran agama dan warisan budaya.

“Nilai kristianitas itu erat kaitannya dengan budaya Manggarai. Saya maju pada Pilkada Manggarai yang akan datang untuk mewujudkan nilai kristiniatas dimana aktualisasi diri dari seorang manusia adalah peduli dengan sesama, membuat orang lain sejahtera dan menciptakan rasa keadilan dalam berbagai aspek,” tuturnya.

Sementara itu, bagi Herybertus, adalah penting memiliki kekuasaan untuk mengatur berbagai hal yang terkait dengan kesejahteraan rakyat.

“Banyak sekali persoalan yang kita temui di tengah masyarakat, tetapi kita tidak bisa mengatasinya karena tidak memiliki kekuasaan untuk mengatasinya,” katanya.

“Kekuasaan politiklah yang bisa mengatasi itu dan untuk tingkat kabupaten, bupati dan wakil bupati memiliki kekuasaan itu,” lanjut Herybertus.

Ia mengklaim, selain dari pihak keluarga, dirinya sudah memiliki sahabat dan rekan yang bekerja di tingkat akar rumput.

“Saya yakin, radar partai politik akan bekerja karena partai politik sebagai entitas politik yang mampu melahirkan pemimpin yang baik bagi daerah ini. Untuk tujuan itulah relawan saya bekerja sehingga nama saya ditangkap oleh radar partai politik saat survei,” harapnya.

Ia menambahkan, dirinya yakin bahwa partai politik akan bekerja dengan prinsip-prinsip akademik dalam menentukan siapa yang bakal diusung.

Agustinus Ganggut, yang sudah menempati sejumlah jabatan tingkat eselon II di lingkup Pemkab Manggarai mengatakan, bertarung di Pilkada Manggarai merupakan panggilan untuk mengabdi demi kesejahteraan rakyat Manggarai.

Karena itu, ia mengedepankan tagline, Toe Kop Do Tombo – Nanang Kerja Nyata yang berarti ‘Tidak Berbicara Banyak – Ingin Kerja Nyata.”

Merebut Simpati Parpol

Munculnya figur-figur dari non partai politik ini menambah ramainya Pilkada Manggarai.

Untuk mendapat dukungan dari partai politik, ketiganya terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, partai politik kini mulai membuka pintu bagi yang hendak maju.

PDI Perjuangan tercatat sebagai partai yang pertama membuka pendaftaran, yang dijadwalkan berlangsung pada 19-21 September.

Aven Mbejak, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai mengatakan mereka tidak hanya membuka ruang bagi para kader tetapi juga non kader.

Herybertus menyatakan akan ikut melamar di PDI Perjuangan, namun tidak merinci apakah mendaftar sebagai calon bupati atau wakil bupati.

Di samping non kader parpol, sejauh ini sudah ada sejumlah nama kader parpol yang berniat maju.

Meeka adalah Ossy Gandut, Ketua DPD II Golkar Manggarai; Deno Kamelus, Ketua DPD II PAN Manggarai, yang kini menjabat sebagai wakil bupati; Viktor Madur, Ketua DPD II Nasdem Manggarai – yang sekarang menjabat wakil bupati serta Paul Peos dan Herybertus GL Nabit, keduanya kader PDI Perjuangan.

Deno-Madur hampir pasti ‘berpisah’ pada Pilkada ini menyusul pernyataan Viktor Madur beberapa waktu lalu yang tidak akan lagi maju sebagai calon wakil bupati, tapi sebagai  calon bupati.

AKA/Floresa