Ilustrasi

Borong, Floresa.co – Kepala Desa Golo Wuas, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Damasus Gagur diduga menyuap pihak inspektorat kabupaten itu.

Menurut warga, dugaan penyuapan itu dilakukan agar pihak inspektorat tidak memeriksa proyek bermasalah di desa itu yang menggunakan anggaran dana desa.

Dugaan penyuapan itu, terjadi saat pihak inspektorat menggelar kunjungan kerja ke Desa Golowuas pada 29 Agustus 2019, demikian disampaikan sumber Floresa.co yang tidak ingin disebutkan namanya, pada Minggu, 9 September 2019.

Selain Kades, diduga pelaku penyuapan itu juga ialah ialah Sekertaris Desa, Kristoforus Salur.

“Saya yakin ini adalah trik dari mereka agar bebas dari temuan,” jelas sumber tersebut.

Sumber itu menjelaskan, terdapat beberapa proyek di desa itu yang pengerjaannya masih belum tuntas, di mana sumber anggarannya dari tahun 2017 dan 2018.

Item proyek yang bersumber dari anggara tahun 2017 yakni pengerjaan jalan di Kampung Watu yang masih tersinya 43 meter serta pembangunan rumah timbang yang sampai saat ini belum selesai.

Sementara, yang dananya dari anggaran tahun 2018 ialah,  proyek lapangan volly di Kampung Angin pada tahun serta  penggusuran lapangan sepak bola di Ndawang.

Selain itu, proyek lain yang diduga dikerjakan asal-asalan ialah pengerjaan jalan lintas desa,  Watu Bakok – Wae Kao yang sudah tiga kali dikerjakan serta Jalan Watu Bakok – Nio yang sudah dua kali dikerjakan.

“Ada dua proyek pengerjaan jalan yang harus dikerjakan ulang karena pada awalnya hanya dikerjakan asal-asalan,” jelas sumber itu.

Dugaan penyuapan itu terjadi pada 29 Agustus 2019, saat   empat orang tim pemeriksa dari Inspektorat Matim menggelar kunjungan kerja Desa Golowuas.

Kunjungan kerja itu bertujuan memeriksa laporan pertanggungjawaban (LPJ) Kades Damasus yang jabatanya telah berakhir pada bulan Agustus 2019.

Sesampainya di Desa Golowuas, mereka diterima secara adat dengan ritual kepok sundung atau acara penyambutan, oleh tokoh adat setempat. Seperti biasanya, di ujung acara kapok, pembawa acara akan memberikan sebotol minuman bir serta rokok kepada tamu yang datang.

Namun, dalam penyambutan tim inspektorat itu, pembawa acara juga memberikan sebuah amplop yang diduga berisikan sejumlah uang, hal yang jarang terjadi dalam ritual penyambutan.

Sumber itu juga mengatakan, masyarakat juga menyesali kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Matim karena dinilai tidak serius mengawasi penggunaan dana desa serta proyek-proyek di desa itu.

“PMD Matim seharusnya turun ke desa untuk melihat langsung kondisi fisik. Jangan hanya administrasinya yang dilihat,” katanya.

Namun, dirinya tidak mengetahui besaran jumlah uang suap itu.

“Tidak tahu jumlah uangnya berapa, yang saya tahu mereka telah menyuap inspektorat Matim,” katanya.

Sementara itu Kepala Inspektorat Matim, Fansi Jahang mengatakan, dirinya belum mendapat laporan hasil pemeriksaan terhadap Kepala Desa Golowuas.

“Semuanya kan butuh proses. Nanti jika memang ada temuan, maka kami akan informasikan ke desa terkait temuan itu,” katanya.

Terkait dugaan suap terhadap stafnya, ia berjanji segera menindaklanjuti laporan itu.

“Nanti saya tanya mereka dulu apakah benar mereka disuap oleh kades Golowuas,” jelas Fansi.

GA/ARJ/Floresa