Situasi di Pasar Rakyat Puni Ruteng pada Selasa, 10 September 2019 tampak masih sepi. (Foto: Floresa)

Ruteng, Floresa.co Sepekan lebih pasca dibuka, para pedagang yang berjualan di Pasar Rakyat Puni, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai mengeluh perihal sepinya pengunjung.

Para pedagang mengaku barang jualan mereka tidak banyak yang laku, bahkan ada yang sama sekali tidak laku.

“Tidak ada yang datang berbelanja ke sini,” ungkap Anjela Merice Junut (35), pedagang asal Ranggi, Kecamatan Wae Ri’i yang menjual bumbu dapur.

Pengakuan yang sama juga disampaikan oleh rekannya, Ervina Ati (30), pedagang sembako. “Hasil jualan kami betul-betul untuk menutupi biaya kendaraan Ruteng-Ranggi saat datang dan pulang,” aku Ervina.

Pantauan media ini pada Selasa siang, 10 September 2019 dari pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WITA, suasana di pasar yang dibangun tahun 2018 tersebut memang sangat lengang, tidak ada satupun pembeli.

Sejumlah lapak dagangan yang dibangun permanen dengan alas menggunakan keramik sebagian besar belum terisi barang dagangan.

Diperkiran, jumlah pedagang yang melakukan aktivitas dagang kurang dari 10 orang yang terdiri dari pedagang sayur, buah-buahan dan sebuah kios sembako serta kios yang menjual barang tenunan.

Para pedagang menempati pasar rakyat tersebut sejak resmi dibuka pada 30 Agustus.

Mereka pun berharap pemerintah bisa membuat gebrakan agar pasar itu ramai dikunjungi pembeli.

“Kalau bisa, Pasar Rakyat Puni menjadi terminal dalam kota untuk arah timur kota Ruteng, sehingga pasar rakyat menjadi ramai,” kata pedagang Timotius Pantas (37).

Halal dan Murah

Para pedagang mengaku barang-barang makanan, khususnya berbagai jenis daging yang dijual bersertifikat halal, seperti daging ayam, daging sapi dan daging kambing.

Hermas Gasu (38), pedagang ikan dan daging menjelaskan, tidak hanya halal, alat timbang atau takaran yang digunakan dipastikan sesuai ukuran karena selalu di bawah pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai.

Selain itu, barang-barang yang dijual, khsususnya sembako juga murah.

Bawang merah bersih, misalnya, pada hari ini dijual dengan harga Rp 15.000/kg; bawang putih Rp 25.000/kg; kopi biji Rp 33.000/kg; minyak goreng merek bimoli 5 liter Rp 70.000.- sedangkan tomat, per tanggal 10 September dijual dengan harga Rp 5.000/kg.

Jumlah lapak di pasar ini sebanyak sebanyak 198 unit, kios 32 unit.

Terdapat fasilitas seperti air jernih milik PDAM, listrik dan sejumlah fasilitas lain seperti keamanan dan kebersihan.

Silvester Takang, Sekretaris Dinas Peridustrian dan Perdagangan mengatakan, pihaknya juga akan membentuk tim pengelola untuk menjaga keamanan dan kebersihan.

AKA/Floresa