Sampah di Bagain Belakang Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mabar. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.co – Pemandangan jorok tersaji di Kantor Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Kepemudaan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari sampah yang tak terurus, dinding tembok dicoret-coret hingga lantai berubin putih yang tak menampakkan warna aslinya.

Pantauan Floresa.co, Kamis, 4 September 2019, sekitar pukul 11.15, nampak berbagai jenis sampah non organik berserakan di salah satu titik, tepatnya di bagian belakang kantor itu. Ada plastik, kertas, kaleng bekas, serta botol-botol minuman beralkohol merk Guiness.

Ada juga sisa-sisa sampah yang berwarna hitam pekat dan diselimuti abu hitam sisa pembakaran.

Bukan hanya di situ, sampah juga menyebar di pintu utama depan, terdapat bungkusan rokok, botol air kemasan bekas serta kertas-kertas. Begitu pun di bagian luar (sebelah timur), sampah seperti plastic, kertas, dan lainnya menyebar dari depan hinga ujung belakang gedung.

Selain sampah, lantai dan dinding kantor yang dikepalai Barnadus Dandur itu nampak dalam kodisi tidak terawat. Abu serta sisa-sisa tanah menempel keras pada ubin-ubin di sebagaian besar lorong.

Terdapat juga beberapa ubin yang sudah pecah. Diduga, ubin-ubin itu pecah karena tertindis beban berat. Dan, pantauan Floresa.co, tepatnya di pintu utama kantor itu, sebuah mobil merk Hilux bernomor polisi EB 959 G milik instansi tersebut diparkir begitu saja di atas tempat di mana ubin-ubinnya itu pecah.

Dindingnya juga demikian, dalam kondisi tidak terawat. Di beberapa bagian, sudah berubah warna, dari warna dasar putih berubah menjadi abu-abu serta dipenuhi coretan-coretan. Sementara itu, di bebeapa titik kerak-kerak cat sudah terkelupas.

Selain itu, di salah sebuah lorong, berukuran sekitar satu kali empat meter, yang terletak tepat di bagian kanan setelah pintu masuk, barang-barang rongsokan, antara lain, satu unit CPU serta dua unit sepeda motor bekas yang hanya menyisakan rangka dilepaskan begitu saja.

Lalu, di gerbang masuk, bebatuan yang sebelumnya tertanam dalam tanah, sudah tercopot dan berserakan.

Sementara itu, sejumlah huruf pada instalasi nama instansi itu, sudah hilang, hingga menyisakan beberapa huruf dan membentuk kalimat “KANTOR DINA  ENDIDIKAN PE UDA & OLAHRAGA KAB. MAN GAR I BAR.

Salah satu pegawai dinas tersebut yang ditemui Floresa.co mengatakan, jika sudah lama kantor itu tidak direhab.

“Sudah lama tidak direnovasi,” ujarnya. Dia juga mengakui, bahwa di kantornya itu terdapat cleaning service.

“Ada cleaning service-nya,” ujarnya.

ARJ/Floresa