Kelompok Tani Sahabat Nanga di Desa Macang Tanggar, Mabar berpose bersama pihak Dinas Pertanian Mabar dan pihak hotel di Labuan Bajo saat menggelar panen raya tanaman hortikultural para petani tersebut pada Selasa, 27 Agustus 2019. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.co –Kelompok Tani Sahabat Nanga, di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar panen raya tanaman hortikultural pada Selasa, 27 Agustus 2019.

Pada panen raya itu, turut hadir para manager hotel-hotel di Labuan Bajo, yang difasilitasi Dinas Pertanian Mabar. Kedatangan pihak hotel tersebut diupayakan agar menjadi pembeli tanaman-tanaman horticultural tersebut.

General Manager Hotel Jayakarta, Indri da Costa mengatakan, pihaknya mengapresiasi lagkah para petani tersebut untuk menangkap peluang pemasaran produk-produk tersebut. Pasalnya, selama ini, pihaknya selalu mendatangkan produk-produk horticultural dari luar wilayah Mabar.

“Kami sangat mendukung upaya para petani ini. Selama ini kita ngambilnya (tanaman hortikulta dari luar, sekarang sudah ada begini, dengan lahan berhektar-hektar, kami dari hotel sangat mengapresiasi dengan para bapa-bapa petani ini,” katanya.

Keunggulan tanaman horticultural yang ditanam kelompok tani Sabahat Nanga tersebut, selain karena kualitas produknya, kata Indri, juga karena arel kebunnya tidak jauh dari hotel-hotel di Labuan Bajo. Kemudahan akses itu, kata Indri, memberikan efek ganda bagi hotel, yakni bisa mendapatkan produk yang jauh lebih segar dibandingkan dengan yang didatangkan dari luar, juga bisa secara langsung bertemu dengan petani.

“Kebetulan, lokasinya dekat area hotel. Kita panen, ga kebayang dengan hasil; sayur kol yang begitu segar, gede-gede, bunga kol juga banyak, tomat juga segar-segar, kacang panjang juga banyak, ada paria juga, ada timun,” katanaya.

Kepala Dinas Pertanian Mabar Angga Gapul berjanji akan selalu mendukung kegiatan para petani tersebut. Sejauh ini, pihaknya membantu dengan menyiapkan benih, peralatan kerja dan lebih khusus menfasilitasi pemasaran.

Pemasaran menjadi cukup penting karena bisa memotong rantai pengepul. Para petani pun dapat menjual langsung produk-produk pertaniannya itu ke hotel-hotel di Labuan Bajo.

“Pemasaran penting agar para petani mendapatkan harga yang wajar,” katanya.

Ia berharap, para petani mampu untuk menjaga keberlanjutan usaha itu sehingga bisa sampai pada titik MOU (memorandum of understanding – red) dengan pihak hotel.

“Karena kalau kita sudah buat MOU dengan pihak hotel, tidak ada jedah suplai. Sehingga nanti, kalau tidak ada jeda, berarti kuntinuitas dari kelompok tani ke hotel-hotel harus terjamin. Ini yang dibutuhkan oleh hotel,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sahabat Nanga, Abdul Haris mengaku beruntung karena telah memilih untuk menanam tanaman horticultural bersama dengan teman-temannya. Selama ini, kata Haris, penjualan produk-produk itu cukup membantu ekonomi keluarga.

“Bergelut menanam tanaman hortikultural, sangat menguntungkan atau sangat membantu keluarga kita,” ujarnya.

Ia pun berharap, keberadaan, baik pihak hotel maupun dinas pertanian Mabar bisa tetap mennjadi mitra mereka sehingga bisa memudahkan pemasaran.

“Kami sangat mengharapkan, dua pihak ini tetap menjadi mitra kita,” ujarnya.

Kendala lain yang juga dialami oleh petani ialah suplai air untuk menyiram tanaman-tanaman tersebut. “Kami berharap, Dinas Pertanian Mabar bisa membantu,” tutupnya.

ARJ/Floresa