Warga Pulau Komodo ikut dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Manggarai Barat (Mabar) Senin, 22 Juli 2019, membahas polemik rencana penutupan Pulau Komodo. (Foto: Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co –  Warga Pulau Komodo mengambil bagian dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Manggarai Barat (Mabar) Senin, 22 Juli 2019, membahas polemik rencana penutupan Pulau Komodo.

Rapat ini diagendakan usai masyarakat komodo menggelar demonstrasi di Labuan Bajo pada Rabu, 17 Juli 2019.

Hadir dalam RDP ini, anggota DPRD dari berbagai fraksi, Wakil Bupati Mabar, Maria Geong; Kadis Pariwisata Mabar, Gusti Rinus; Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Lukita Awang serta perwakilan kelompok masayarakat dari Labuan Bajo.

“Kita mau mengetahui bagaimana dinamika serta sikap Pemda, BTNK serta DPRD sendiri terkait masalah ini,” kata Akbar, warga Komodo.

Lebih lanjut, kata Akbar, pada prinsipnya, mereka menolak rencana yang dilontarkan Gubernur Viktor Laiskodat.

Menurutnya, cukup banyak alasan hingga mereka menolak rencana itu.

Selain karena mereka sebagai warga asli Kampung Komodo, juga karena ketergantungan mereka pada sektor pariwisata.

“Bagaimana mungkin penutupan itu terjadi sementara hampir 90 porsen masyarakat sudah terjun ke dunia pariwisata,” katanya.

ARJ/Floresa