Warga asal Pulau Komodo menggelar aksi unjuk rasa penolakan penutupan pulau tersebut, Rabu, 17 Juli 2019. (Foto: Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Anggota DPRD  Belasius Janu melontarkan pernyataan pedas kepada perwakilan dari Pemkab Manggarai Barat yang menghadiri rapat dengan pendapat, Senin, 21 Juli 2019.

Wakil rakyat dari Partai Hanura itu tampak berang ketika mendengar penjelasan yang berbeda dari Wakil Bupati, Maria Geong dan Kepala Dinas Pariwisata, Gusti Rinus terkait info terkini realisasi wacana penutupan Pulau Komodo.

“Tadi Ibu Wakil mengatakan tidak ada surat, tetapi Kadis Pariwisata mengaku telah membentuk tim terpadu. Mohon jangan tipu-tapu,” katanya dalam RDP itu yang dihadiri pihak Pemda Mabar, BTNK dan masyarakat Pulau Komodo.

“Secara pribadi saya menolak rencana itu,” lanjut Janu.

Pernyataan itu ia sampaikan merespon pengakuan dari Maria Geong yang mengaku tidak ada surat dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT terkait rencana penutupan Pulau Komodo.

“Secara administrasi, Pemerintah Mabar belum mendapat surat terkait wacana ini,” kata Maria.

Namun, Gusti Rinus mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat dengan kementerian dan salah satu poin dalam rapat itu adalah kementerian segera membentuk tim terpadu.

Tim terpadu ini, jelasnya, melaporkan hasil kajian mereka pada Agustus 2018 mendatang.

“Surat SK dari kementerian sudah kirim ke saya,” kata Gusti.

Sementara itu, Kepala BTNK, Lukita Awang mengatakan meski tim sudah dibentuk namun hingga saat ini belum melakukan kajian

“Tim dibentuk akhir mei 2018, hingga hari ini belum (melakukan kajian),” katanya.

Ferdinan Ambo/Floresa