Ilustrasi

Labuan Bajo, Floresa.coKepala Sekolah SDN Nggawut, Desa Lawi, KIec Kuwus, Kabupaten Mangarai Barat (Mabar) Hilarius Hambur didkabarkan berpindah tugas ke sekolah lain pasca terlibat konflik dengan sejumlah warga di Kampung Nggawut.

Kepindahanya itu, meninggalkan sejumlah pesoalan di sekolah yang ia kepalai, antara lain gaji guru komite yang belum dibayar, pencairan dana bos yang belum tuntas serta ijazah siswa yang juga belum selesai ditandatangani, demikian kata seorang warga kepada Floresa.co, Sabtu 20 Juli 2019.

“Pa Hila pindah tugas lantaran bermasalah dengan warga Nggawut karena tidak melunasi uang arisan miliknya,” kata warga tersebut.

Menurut warga tersebut, kejadian bermula saat Hilarius menuntut dengan mengumumkan pelunasan arisan dalam sebuah acara pesta sekolah di kampung itu.

Langkah yang diambil Hilarius membuat warga tersinggung. Menurutn warga, tidak sepantasnya Hilarius mengumbar hal tersebut di hadapan banyak orang.

“Pa Hila sampaikan itu dalam sebuah acara pesta sekolah. Karena dinilai tidak etis, salah seorang warga menegurnya dengan nada keras,” kata sumber itu.

Lebih lanjut, jelas sumber itu, karena takut diancam oleh warga, Hilarius bersama dengan keluarganya pun memilih meninggalkan kampung beberapa hari setelah kejadian.

Beberapa hari pasca kepergianya, beredar kabar jika Hilarius sudah pindah tugas berdasarkan surat keputusan (SK) sementara dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mabar.

“Kami mendapat informasi dari Pa Hila sendiri bahwa ia sudah pindah tugas,” jelas salah seorang guru komite SDN Nggawut kepada Floresa.co, Sabtu, 20 juli 2019.

Seorang guru komite sekolah itu yang tidak ingin disebutkan berharap agar Hilarius segera menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah, termasuk gajinya yang belum juga dicairkan.

“Saya mohon kepada bapak  kepala sekolah agar memberikan keterangan terkait gaji yang menjadi hak kami. Jangan lari dari tanggung jawab,” tegas guru tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Floresa.co, Hilarius menjelaskan, terkait gaji guru komite yang belum dibayar disebabkan karena dana BOS yang belum dicairkan di mana gaji guru-guru tersebut, diambil dari dana BOS.

“Untuk gaji dari guru komite saya belum bisa beri karena masih tunggu pencairan dana bos,” katanya.

Namun, katanya, pencairan dana bos itu bukan lagi menjadi tugasnya.  “Nanti kepala sekolah baru yang akan mengurus semuanya itu,” tegasnya.

Sementara, terkait masalah ijazah, ia mengaku masih menjadi tanggung jawabnya.

“Nanti kalau blangko ijazahnya sudah ada pasti akan saya tanda tangan,” jelasnya.

Gabrin Anggur/Floresa