Warga Kampung Komodo di Pulau Komodo menolak rencana pemerintah menutup pulau itu dalam rangka upaya pelestarian binatang langka komodo. Mereka membentangkan sejumlah spanduk berisis aspirasi penolakan sejak Rabu, 10 Juli 2019, bertepatan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo. (Foto: Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Warga Kampung Komodo menolak rencana pemerintah menutup Pulau Komodo di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Pemerintah, terutama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berkali-kali melontarkan wacana itu, yang disebutnya dalam rangka melestarikan binatang langkah komodo. Pulau itu ditargetkan ditutup dari aktivitas pariwisata selama satu tahun.

Bertepatan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo sejak Rabu kemarin, 10 Juli 2019, warga berharap ia mendatangi Pulau Komodo untuk mendengar langsung aspirasi penolakan mereka.

Warga pun sudah membentang sejumlah poster dan baliho di Pulau Komodo yang bertuliskan pernyataan penolakan.

“Kami mendapat informasi Pa Presiden akan ke Pulau Komodo, makanya kami membuat spanduk penolakan penutupan Pulau Komodo,” kata Latif, warga Kampung Komodo kepada Floresa.co, Kamis, 11 Juli 2019.

Ia menjelaskan,  warga Kampung Komodo berharap Presiden Jokowi tidak menyetujui rencana itu.

“Kalaupun Pa presiden tidak hadir ke sini, warga secara tegas mohon jangan tutup (Pulau Komodo),” ujar Latif.

Di hari kedua Presiden Jokowi di Labuan Bajo, ia melakukan perjalanan ke Pulau Rinca. Ia juga dijadwalkan mendatangi lokasi wisata Batu Cermin di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo.

Ferdinand Ambo/Floresa