Ansy Lema, politisi muda yang lolos dalam Pileg April menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT berfoto bersama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok usai pertemuan di kediaman Ahok pada Rabu, 10 Juli 2019. (Foto: dok. Ansy Lema)

Jakarta, Floresa.co – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan niat untuk mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT), namun waktunya belum ditentukan.

Hal itu ia sampaikan merespon ajakan sahabatnya Ansy Lema, yang dalam Pileg April lalu lolos sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT I.

Keduanya bertemu di kediaman Ahok di Jakarta, Rabu, 1o Juli 2019.

“Saya mau ke Kupang, tinggal atur waktu dengan Ansy agar bisa ketemu di sana,” kata Ahok dalam sebuah video yang diunggah Ansy di akun Instagramnya.

“Mudah-mudahan pas dia syukuran, waktu saya juga kosong, (sehingga) bisa sama-sama ke sana, sekalian bertemu masyarakat NTT di Kupang. Sekali lagi salam, syalom Tuhan memberkati kita semua,” lanjut Ahok, yang kini lebih memilih disapa BTP.

Lihat postingan ini di Instagram

Setelah sekian lama tidak jumpa, hari ini saya bertemu Ahok-BTP Kami makan siang berdua di kediamannya, sembari ngobrol banyak hal Seperti biasa, Ahok selalu membagikan gagasan cerdasnya soal tata kelola pemerintahan, juga pandangan visionernya perihal membangun negeri Ahok mengucapkan selamat kepada saya karena mendapatkan kepercayaan rakyat NTT menjadi anggota DPR RI Ia berpesan agar sebagai Wakil Rakyat, saya harus bisa menjaga kepercayaan rakyat, yakni dengan menjadi figur “BTP” (Bersih, Transparan, Profesional) Kesempatan ini saya manfaatkan untuk menggali inspirasi kepemimpinan darinya Saya juga mengajaknya untuk bersama saya mengunjungi NTT menjumpai banyak fansnya di NTT Video inI adalah sapaan Ahok untuk bapa, mama dan basodara samua di NTT

Sebuah kiriman dibagikan oleh ansy lema (@ansylema) pada

Pada kesempatan itu Ahok mengucapkan selamat kepada Ansy yang telah mendapatkan kepercayaan rakyat NTT.

Mantan Bupati Belitung Timur itu meminta masyarakat NTT untuk tetap mendukung politisi muda dengan nama lengkap Yohanis Fransiskus Lema itu.

“Untuk para pendukung saudara saya Ansy Lema yang sudah jadi anggota DPR RI, saya tentu harapkan dukung dia terus,” pinta Ahok.

Persahabatan Ahok dan Ansy berlangsung sejak lama, jauh sebelum Ahok memimpin DKI Jakarta. Bahkan, Ahok menyebut Ansy sebagai saudara. 

Saat Pilkada DKI 2017, di mana Ahok maju bersama Djarot Saiful Hidayat, Ansy menjadi satu-satunya juru bicara Ahok dari kalangan profesional.

Ansy, yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional Jakarta kerap tampil dalam berbagai forum, termasuk dialog di televisi menjelaskan rekam jejak kinerja Ahok selama memimpin Jakarta, sejak menjadi wakil gubernur bersama Joko Widodo, hingga saat Ahok jadi gubernur.

Ansy mengatakan, dalam pertemuan pada Rabu dengan  Ahok, obrolan berlangsung santai dan akrab.

Ia menjelaskan, Ahok berkomitmen untuk mendukung penuh kiprahnya di Senayan. 

Ansy menggunakan pertemuan itu untuk menggali inspirasi kepemimpinan dari Ahok, terutama gagasan cerdasnya soal tata kelola pemerintahan, juga pandangan visionernya perihal membangun negeri. 

Ahok juga berpesan kepada Ansy agar sebagai wakil rakyat bisa menjalankan filosofi dan karakter kepemimpinan yang pernah dijalankannya.

“Anda harus tetap bersih, transparan dan profesional,” pesan Ahok.  

Ansy menjelaskan dalam pertemuan tersebut, sebagai kader PDI Perjuangan, keduanya juga berdiskusi serius tentang pengembangan dan penguatan ekonomi kerakyatan di NTT, sebagai bagian dari komitmen partai itu untuk peduli dan berpihak pada orang kecil atau wong cilik yang bersumber dari ajaran marhaenisme Bung Karno.

“Ahok berkomitmen akan membagikan pengalamannya terkait program-program ekonomi kerakyatan yang pernah dijalankannya agar wong cilik dapat terangkat kesejahteraannya,” ungkap Ansy.

Dalam diskusi tersebut, tambah Ansy, Ahok juga mengungkapkan kekagumannya kepada NTT sebagai miniatur kebangsaan Indonesia. 

“Ahok kagum terhadap semangat kebangsaan dan komitmen Pancasila yang ditunjukkan masyarakat NTT. Menurut Ahok, NTT dapat menjadi contoh praktik toleransi dan militansi kebhinekaan di Indonesia. Berbeda-beda tapi kita tetap saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Ansy.

ARL/Floresa