Warga Kampung Lewe, Desa Rana Masak, Kabupaten Manggarai Timur saat tengah menimba air di mata air di kampung itu. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Musim kemarau adalah prahara bagi warga Lewe, Desa Rana Masak. Bagaimana tidak, kemarau yang selalu datang setiap tahun itu membuat pekerjaan rumah mereka lebih sulit, terutama dalam memenuhi kebutuhan air.

Di sekitar kampung yang terletak di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) itu, cuma ada satu mata air yang bisa dijangkau masyarakat. Untuk itu, mereka harus mengantri berjam-jam di mata air itu agar bisa mendapatkan air.

Itu bukan pekerjaan mudah. Debit air yang sangat kecil mengharuskan mereka mengantri sembari menunggu air memenuhi bak penampung untuk selanjutnya dipindahkan ke jerigen-jerigen.

Bukan hanya itu, hal yang juga tak kala sulit ialah memastikan air-air yang dipindahkan ke jeringen itu dalam keadaan bersih.

Pasalnya, lumpur dan kotoran lainnya tampak mengendap di dasar bak penampung itu. Makanya, saat menggayung, harus ekstra hati-hati agar kotoran-kotoran itu tidak mengapung yang bisa saja ikut dimasukan ke dalam jerigen.

Tak ada rotan, akar pun jadi. Warga tetap memilih untuk mengambil air di sumber itu. Pasalnya, sumber air tersebut merupakan satu-satunya yang dekat dengan perkampungan.

Benedikta Nona, salah seorang ibu rumah tangga mengaku sudah bertahun-tahun bersahabat dengan situasi itu.

Bukannya pasrah, sejatinya ia dan segenap warga kampung mengharapkan uluran tangan pihak manapun, terutama pemerintah setempat. Pasalnya, hingga hari ini, belum ada perhatian.

“Kami berharap agar pemerintah atau pihak lain yang maut membantu, agar membangun jaringan air bersih di desa ini,” katanya kepada Floresa.co, Senin 1 Juli 2019.

Selain warga biasa, Elfrida Suryati Andung, petugas kesehatan yang bertugas di Poskesdes di desa itu juga mengeluhkan hal yang sama. Keadaan itu membuat mereka selalu kesulitan untuk membantu pasien. Acap kali, pihaknya terpaksa meminta keluarga pasien bersalin untuk membawa air ke fasilitas kesehatan itu untuk kebutuhan jamban dan lainnya.

“Harapan kami, pemerintah bisa bangun sarana air bersih di Poskesdes ini,” ujarnya.

Sementara itu, sekretaris Desa Rana Masak, Antonius Ambut mengatakan, pemerintah desa setempat sulit untuk membangun sarana jaringan air bersih ke rumah-rumah atau pemukiman warga, sebab sumber air di desa itu berada di lembah, sedangkan pemukiman warga berada di dataran tinggi.

ADR/ARJ/Floresa