Persiapan di Lokasi Tinju. (Foto: Istimewa).

Labuan Bajo, Floresa.co – Jelang pergelaran Tinju Piala Presiden RI ke-23 yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), Perusahan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) setempat melakukan gerebeg jaringan listrik secara bertahap dalam kota Labuan Bajo. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir gangguan menjelang kegiatan internasional itu.

Supervisor Teknik PLN ULP Labuan Bajo, I Nyoman Gede Suparka menjelaskan pihaknya sudah mempersiapkan 80 KVA untuk arena utama tinju, lokasi bazar dan area parkir.

“Dari isi perhitungan beban perkiraan 80 KVA, suport kehandalan genzet 100 KVA dan Uninterruptible Power Supply (UPS) 200 KVA,” imbuhnya.

Sebelumnya, Manager PLN unit Labuan Bajo, Dwi Ayu Puspitaningtyas mengatakan, ketersediaan listrik di lokasi itu tidak perlu diragukan.

Bahkan untuk memastikan penerangan di lokasi utama dan sekitar arena tinju di Desa Gorontalo itu, PLN kata Ayu sedang berupaya memindahkan Uninterruptible Power Supply (UPS) dari Kabupaten Ende ke Labuan Bajo yang khusus digunakan selama kegiatan itu.

Karenanya, lanjut Nyoman, kita juga melakukan grebeg pembersihan kabel semua jalur Labuan Bajo untuk menimalisir gangguan dan pemeriksaan semua instalasi hotel yang akan dipersiapkan bagi tamu delegasi yang menginap di hotel dalam kota Labuan Bajo.

Sementara, terkait antisipasi kekurangan pasokan listrik kata Nyoman, pihaknya sudah siapkan dua jalur penyulang. “Kita juga siapkan dua jalur penyulang yaitu P. Hotel (VIP) dan sistem P. Nanganae,” iImbuhnya.

Ia juga meminta dukungan warga masyarakat Labuan Bajo terkait aktivitas pembersihan kabel jaringan yang sedang dilakukan pihaknya secara bertahap.

Lalu, terkait sumber pasokan listrik yang akan mensuplai arena dan hotel yang menjadi tempat penginapan delegasi dari 27 negara, pihaknya mengambil jalur utama jaringan back sistem menuju Lembor dan Manggarai.

Secara keseluruhan, kebutuhan listrik untuk kegiatan itu mencapai sekitar 35 KVA ditambah untuk lampu penerangan sebesar 76 KVA dari total 85 KVA yang sudah dipersiapkan pihak PLN setempat.

“Tetapi, jangan khawatir akan kebutuhan listrik, kami pasti selalu monitor sejak minus dua hari, terutama perkembangan beban listrik,” pungkasnya.

LM/ARJ/Floresa