Suasana Sosialisasi di Aula Paroki Santp Antonius Padua Mbeling, Jumat, 14 Juni 2019.

Borong, Floresa.co – Perayaan ulang tahun Paroki Santo Antonius Padua Mbeling, di Kevikepan Borong, Manggarai Timur (Matim) yang ke 16, diisi dengan sosialisasi terkait masalah human trafficking atau penjualan manuasia pada, Kamis, 14 Juni 2019.

Sosialisasi yang diselenggarakan di Aula Paroki tersebut berlangsung  dari pukul 08.00 – 15.00 Wita dan dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat, pelajar, pengajar dan orang muda katolik (OMK) paroki tersebut.

Salah satu pemateri, yakni Pastor Marten Jenarut  mejelaskan kondisi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di mana masyarakatnya sangat rentan dengan kasus penjualan manusia.

Menurutnya, terdapat empat model kasus beragam, misalnya, ekploitasi tenaga kerja, eksploitasi prostitusi, eksploitasi seksual dan transparansi organ tubuh.

“Gereja maupun negara menyatakan perannya untuk melawan kejahatan kemanusiaan ini, karena dalam persoalan ini manusia dijadikan obyek eksploitasi,” ujar Marten.

Senada dengan Pastor Marten, salah satu peserta, yakni Yohanes Firmanjaya mengaku bersyukur diselenggarakannya kegiatan tersebut mengingat kasus perdagangan manusia kerap terjadi di Desa Gurung Liwut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena bulan lalu ada dua kejadian perdagangan manusia di Gurung Liwut dan sebelumya juga banyak terjadi. sehingga dengan kegiatan ini bisa menambah wawasan, sekaligus memberi kesadaran bagi masyarakat khususnya di sini,” tegas Yohanes.

Desa Gurung Liwut sendiri merupakan salah satu desa yang masuk wilaya Paroki Mbeling. Pada 26 April lalu, terdapat empat orang gadis asal Kampung Rehes yang menjadi korban.

Beruntungnya mereka selamat usai berhasil diamankan oleh Kepolisian Resort Manggarai Barat saat keempatnya hendak diberangkatkan ke Jakarta.

Sementara, Pastor Paroki Mbeling, Kasimirus Jumat mengajak seluruh Umat paroki itu memiliki informasi yang cukup tentang masalah perdagangan manusia, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan propaganda para perekrut tenaga kerja ilegal. Pasalnya, banyak juga umat paroki itu yang menjadi korban.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk merespon kasus perdagangan manusia yang marak terjadi dan menimpa NTT khususnya Gurung Liwut,” katanya.  

“Saya harap setelah kegiatan ini dapat meminimalisir kasus perdagangan manusia di paroki ini apalagi dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh korban human trafficking juga,” tutupnya.

Asfram/ARJ/Floresa