Floresa.co – Pilkada serentak kembali akan berlangsung pada tahun depan. Salah satunya kabupaten Manggarai di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Biasanya jelang perhelatan pilkada seperti ini, salah satu pertanyaan yang berkembang di masyarakat adalah, apakah pasangan incumbent akan kembali maju secara bersama-sama sebagai satu pasangan? Ataukah keduanya akan memilih jalan sendiri-sendiri dengan sama-sama menjadi calon nomor satu alias calon bupati.

Sejarah pilkada langsung di Manggarai menunjukkan bupati dan wakil bupati akur. Itulah yang terjadi antara Christian Rotok dan Deno Kamelus pada pilkada 2010. Keduanya tetap maju sebagai satu pasangan calon seperti pada pilkada 2005. Hasilnya, pasangan ini terpilih kembali dan berkuasa selama 10 tahun.

Pada pilkada 2015, karena batasan yang diatur undang-undang Christian Rotok tidak bisa kembali maju sebagai calon bupati. Sementara peluang masih terbuka lebar untuk sang wakil, Deno Kamelus.

Deno pun akhirnya maju dengan menggaet salah satu birokrat di Manggarai yaitu Victor Madur. Dalam kompetisi politik yang sengit dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati Hery Nabit -Adolf Gabur, pasangan Deno-Madur berhasil memenangkan pertarungan.

Victor Madur jadi ketua partai

Januari lalu, setahun jelang suksesi kembali digelar, Victor Madur masuk ke partai Nasdem dan langsung menjadi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Manggarai.

Langkah politik Victor Madur ini bisa dibaca dalam dua hal. Pertama, bergabung dengan Nasdem dan menjadi ketuanya bisa mempermudah jalannya bersama Kamelus Deno pada pilkada 2020. Deno sendiri adalah ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional Kabupaten Manggarai. Jadi, dengan sama-sama aktif di partai, pembentukan koalisi lebih mudah.

Namun, aktifnya Victor di partai politik bisa juga dibaca sebagai upayanya untuk menyiapkan diri untuk maju sebagai calon bupati pada pilkada 2020. Sebagai ketua partai di tingkat lokal, tentu ia memiliki kans untuk maju sebagai calon bupati, tanpa harus berada di bawah bayang-bayang Kamelus Deno.

Nasdem usung kader

Jelang pilkada serentak 2020, spekulasi nama-nama calon bupati pun mulai berkembang. Namun, hingga kini belum ada pernyataan publik dari Victor Madur soal langkah politiknya pada pilkada 2020. Apakah maju sebagai calon bupati atau tetap menjadi wakil Kamelus Deno.

Tetapi, sinyal bahwa Nasdem akan mengusung kadernya sendiri pada pilkada 2020 sudah mulai terlihat. Setidaknya hal itu sudah disampaikan oleh Ketua DPD Nasdem NTT Ray Fernandes.

Ray yang ditemui usai mengunjungi Taman Nasional Komodo mendampingi Gubernur NTT Victor Laiskodat, Senin (10/6) mengatakan DPD Nasdem NTT mendorong dua kadernya di Manggarai dan Manggarai Barat untuk maju pada pilkada tahun depan.

Selain Manggarai, kabupaten Manggarai Barat juga tahun depan akan menggelar pilkada. “Kita mengutamakan kader yang berhasil membesarkan Nasdem di dua kabupaten ini”,ujar Ray kepada Floresa.co.

Tetapi, lanjut Ray, tidak menutup kemungkinan partainya akan melirik figur potensial di luar partai.

“Namun, kalau dalam rumah itu ada kader yang terbaik mengapa kita cari yang lain. Itu prinsip partai Nasdem”, ujar pria yang juga menjabat sebagai Bupati kabupaten TTU ini.

Sebagaimana partai pada umumnya, Ray mengatakan Nasdem ingin tampil sebagai pemenang dalam perhelatan politik. Karena itu, calon yang akan diusung tentu yang memiliki elektabilitas yang tinggi.

Pernyataan Ray ini juga masih belum jelas. Ia tidak secara tegas mengatakan apakah dua ketua DPD Nasdem di wilayah barat Flores yaitu Manggarai dan Manggarai Barat akan diusung sebagai calon bupati.

Tetapi, yang pasti ketua DPD Nasdem kabupaten Manggarai Barat, Edistasius Endi mengaku dirinya siap menjalankan amanah partai. “Sebagai kader kita siap jalankan amanah itu”,kata pria yang sering disapa Edi Endi ini.

Edi Endi sendiri sudah mendeklarasikan diri maju sebagai calon bupati Manggarai Barat tahun depan. Partai Bulan Bintang (PBB) sudah menyatakan akan berkoalisi mengusung pria yang pernah menjadi kader Golar itu.

Sikap Deno

Deno Kamelus yang ditemui Floresa.co di Labuan Bajo pada Senin kemarin masih enggan berbicara soal pilkada tahun depan. Ia menyatakan masih fokus bekerja menuntaskan masa jabatan periode pertamanya bersama Victor Madur.

“Saya belum mau mengomentari itu. Masa jabatan ini kan lima tahun dan ini masih sisa dua tahun. Saya akan fokus kerja dulu”,kata Deno.

Deno juga juga tidak mau berkomentar soal apakah masih berpasangan dengan Victor Madur yang sudah menjadi ketua DPD Nasdem.

“Saya akan fokus pada target-target yang belum di capai selama dua tahun kedepannya,” ujarnya ketika ditanya.

Tugas Deno-Madur memang masih banyak. Ada janji selama musim pilkada 2015 yang sudah dijalankan, tetapi ada juga yang belum. Janji yang tak terealisasi tentu akan jadi beban politik pada perhelatan pilkada 2020.

Ferdinand Ambo/PTD/Floresa