Acara buka puasa bersama tokoh agama dan para tentara di perbatasan Indonesia-Timor Leste, Selasa, 4 Juni 2019. (Foto: Pastor Yohanes Kristoforus Tara OFM)

Floresa.co – Harmoni di tengah keberagaman agama hanya bisa dicapai dengan adanya kesediaan untuk saling menghargai antarpemeluk agama.

Ikut memaknai hari raya keagamaan agama lain, adalah salah satu cara untuk mewujudkan hal itu.

Itulah yang dilakukan Pastor Yohanes Kristoforus Tara OFM, imam yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, tepatnya di Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus, Keuskupan Atambua.

Pada Selasa, 4 Juni 2019, imam Fransiskan itu menginisiasi acara buka puasa, yang melibatkan para tentara Muslim di tengah persiapan mereka menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Anggota pasukan keamanan perbatasan RI – TL dari kesatuan Yonif 408 Solo itu berkumpul bersama para tokoh agama, masyarakat dan Pemerintahan Kecamatan Nanaet Dubesi.

Pastor Kristo dalam sambutannya menegaskan acara ini dilaksanakan sebagai momen silaturahmi dengan tiga belasan anggota pasukan yang melaksanakan puasa dan akan merayakan Idul Fitri.

Momen itu, kata dia, juga sebagai upaya merawat harmoni di tengah perbedaan.

“Kita mau menunjukkan bahwa di perbatasan kita menegaskan sekali lagi identitas kita sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia di satu sisi dan di sisi lain kita menegaskan identitas kita sebagai negara yang beragam agama, yang saling menerima satu sama lain atas dasar rasa saling mencintai,” ungkapnya.

“Dengan acara buka bersama ini kita diajak sekali lagi untuk merawat keragaman yang menjadi kekhasan kita,” pungkasnya.

Peristiwa yang baru pertama kali terjadi di wilayah perbatasan itu disambut dengan penuh syukur dan sukacita oleh para tentara.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas inisiatif dari Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus, Pastor Kristo,” kata Bambang Margini, Komandan Pos (DanPos) Yonif 408 Solo.

Pastor Kristo: Dengan acara buka bersama ini kita diajak sekali lagi untuk merawat keragaman yang menjadi kekhasan kita.

“Peristiwa yang baru pertama kali ini menunjukkan perhatian sebagai satu saudara, terutama bagi kami yang merayakan Idul Fitri,” tambahnya.

Bambang berharap agar silaturahmi ini terus dijaga dan dirawat. 

“Kami akan melaporkan juga peristiwa seperti ini ke pimpinan, karena ini juga adalah cara kami masuk dan berinteraksi dengan masyarakat yang hatus terus dijaga dan dirawat,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Nanaet Dubesi, Mikhael Bria, mengapresiasi kegiatan ini.

“Acara buka bersama ini menegaskan sekali lagi bahwa Provinsi NTT adalah wilayah yang paling menjunjung tinggi toleransi. NTT diplesetkan sebagai Nusa Terindah Toleransi. Kebersamaan ini menegaskannya sekali lagi,” ungkapnya.

Charles/Floresa