Ketua KPU Manggarai Barat, Robertus Din. (Foto: nusantara7.com).

Labuan Bajo, Floresa.co Ketua KPU Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) Robertus Din membantah menerima suap sebesar Rp 70 juta untuk meloloskan seorang calon legislatif (caleg).

Sebelumnya, Petronela Madina, caleg PDI-P mengaku telah memberikan sejumlah uang kepada Robertus untuk meloloskan dirinya ke kursi DPRD Mabar.

BACA: Caleg Mengaku Serahkan Uang Rp 70 Juta Untuk Ketua KPU Mabar

 “Saya informasikan, seperti yang diberitakan, tidak benar. Jadi saya berharap teman-teman media bisa sebagai balance (penyeimbang),” kata Robertus saat menggelar konferensi pers di Labuan Bajo, Kamis, 23 Mei 2019.

Robertus mengaku penyelenggaran pemilu di Mabar berjalan dengan baik dan tidak ada celah untuk patgulipat.

“Sepertinya tidak ada, tidak ada lagi kita mau menaik-menaikkan suaranya orang,” tambahnya.

 Ia mengaku, informasi bahwa dirinya menerima suap tidak terlepas dari Pemilu yang berjalan ketat dan ditunggangi banyak kepentingan.

Ia menambahkan, memang banyak orang yang ingin menemui pihaknya. Namun, ia mengklaim Pemilu sudah berjalan terbuka.

 “Saya yakin juga bukan hanya kami, bukan kami KPU tingkat kabupaten. Mungkin juga sampai tingkat provinsi dan pusat. Bahkan juga di tingkat (di) bawah kami pun, sudah pasti banyak godaan,” ujarnya.

Namun, sayangnya dalam koneferensi pers ini Robertus terkesan menghindari pertanyaan dari media yang hadir.

Floresa.co yang mengajukan pertanyaan terkait kebenaran dirinya menerima uang tersebut sesuai dengan pengakuan Petronela tidak dijawabnya.

Floresa.co bahkan memberitahunya bahwa bukti rekaman wawancara dengan Petronela saat ini ada di Floresa.co dan akan dibuka jika Robertus membutuhkan.

“Saya tidak tahu itu. Kalau ada, muda-mudahan mungkin,” katanya.

“Baik. Sudah. Terima kasih ya,” ujarnya sembari berdiri dari tempat duduknya dan mengabaikan pertanyaan Floresa.co.

BACA: Dugaan Suap Ketua KPU Mabar: DPC PDIP Bantah, Caleg Mengaku

Sikap Robertus itu membuat beberapa wartawan marah dan segera meninggalkan ruangan KPU menuju halaman depan kantor tersebut.

Melihat wartawan yang pergi sambil menggerutu, Robertus pun mengikuti sambil menyalami beberapa di antaranya.

“Adek minta maaf,” katanya kepada Floresa.co.

Konferensi pers yang dimulai sekitar pukul 11.20 Wita itu hanya berlangsung sekitar 20 menit.

ARJ/Floresa