Foto: Ilustrasi

Borong, Floresa.co Afgan Ardiansya (2) mengembuskan nafas terakhirnya setelah tenggelam di perairan pantai Ronting, pada Sabtu siang, 18 Mei 2019, sekitar pukul 13.00 Wita.

Bocah itu tenggelam saat bersama ibu dan kakaknya ke pantai itu, hendak menjemput sang ayah yang pulang melaut.

Menurut keterangan pihak kepolisian, ibu korban Jumiati (39); korban; dan kakak korban, Imam Ramadani (14) berangkat dari Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menuju pantai tersebut, sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka ke pantai itu menggunakan sepeda motor.

Setibanya di sana, ibu dan kakak korban tidak memperhatikan korban yang saat itu bermain di tepi pantai.

Setelah beberapa saat mereka menunggu, ayah korban, Sugidi Yasin tiba di pantai itu, setelah semalaman melaut.

“Saat ayah korban pulang, ibu korban bersama suaminya sibuk mengurus ikan hasil tangkapan suaminya tanpa memperhatikan korban,” demikian keterangan pihak kepolisian.

Setelah semua ikan hasil tangkapan sang ayah selesai dikemas, ibu korban menanyakan keberadaan korban kepada kakak korban.

Namun, kakak korban menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui keberadaan adiknya itu.

“Saya tidak tau, saya kira adik bersama mama,” kata Imam menjawab pertanyaan ibunya, seperti dikutip pihak kepolisian.

Mendengar jawaban itu, ibu korban langsung bergegas mencari korban.

“Korban ditemukan oleh ibu kandungnya. Saat itu, korban  sudah terdampar di pantai,” kata pihak kepolisian.

Setelah ditemukan, korban langsung dihantar ke Puskesmas Dampek untuk mendapat pertolongan medis.

Namun, tiba di Puskesmas, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Kedua orang tua serta keluarga besar, kata pihak kepolisian, mengikhlaskan kepergian korban.

“Mereka menerima kematian korban sebagai musibah.”

ADR/Floresa