Himpunan Pemuda Batu Cermin memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan. (Foto: Istimewa).

Labuan Bajo, Floresa.co Sampah menjadi salah masalah serius di kota Labuan Bajo. Di setiap sudut kota yang kini sudah mendunia itu, sampah nampak berserakan. Entah, siapa yang harus bertanggung jawab.

Tetapi, yang pasti, sampah-sampah tak berpemilik itu terletak di sekitar rumah-rumah warga serta hotel-hotel. Lantas, siapa yang seharusnya bertanggung jawab?

Hal yang sama juga terjadi di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo. Desa yang memiliki satu destinasi wisata, yakni “Batu Cermin” itu juga tak luput dari masalah sampah. Dan, rupanya hal itu menggerakkan pemuda karang taruna desa untuk mengambil tindakan nyata.

Tepatnya, Senin 13 Mei 2019, bergandengan tangan, pemuda yang bersatu di bawah payung HIPBC (Himpunan Pemuda Batu Cermin-red) itu membersihkan sampah-sampah di wilayah desa itu.

Mereka juga memasang spanduk kampanye bertuliskan, “Dilarang Buang Sampah di Sini. Yang Buang Sampah di Sini adalah Binatang”.

Spanduk-spanduk dengan seruan keras itu mereka pajang di tempat-tempat yang dianggap rawan, yakni mulai dari  Jalan Batu Cermin menuju Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata (SMIP) hingga ke jalan Betu Susun.

Karang taruna yang dikukuhkan oleh Kepala Desa Batu Cermin, Jumat 10 Mei 2019 itu bertekad menjadikan desa itu menjadi desa yang bersih, ramah lingkungan, aman dan tertib. Menjadi model bagi desa lain.

Ketua HIPBC Marianus Yono Jehanu mengatakan, sebagai kelompok yang lahir atas asas kebersamaan dan kepedulian, HIPBC ingin agar agar, anggota-anggotanya dihidupi oleh nilai-nilai itu.

“Tentunya, diharapkan juga agar semua yang tergabung dalam HIPBC berani untuk mengambil sikap atas masalah-masalah sosial di lingkungan desa, termasuk memerangi sampah,” ujarnya.

Yono menambahkan, langkah yang mereka tempuh itu merupakan gerakan melawan mental okum masyarakat yang tidak tertib.

“Sekaligus memberi efek jera bagi yang membuang sampah di sembarang tempat,” tegasnya.

Irsan Adol/Bonefasius Hadir/Floresa