Wakil Gubernur NTT Yosef Nae Soi di peletakkan batu pertama pengerjaan jalan provinsi jalur Bealaing-Mukun-Mbazang, di Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, pada Kamis (9/5). FOTO: ROSIS ADIR/FLORESA

Floresa.co – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur Victor Laiskodat dan Wakil Gubernur Yosef Nae Soi memacu pembangunan jalan provinsi di NTT selama tiga tahun.

Total panjang jalan provinsi di NTT mencapai 2.650 kilometer (km).

Dari jumlah itu, ruas jalan dalam kondisi baik sepanjang 1.689 km; sisanya dalam kondisi rusak.

Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi, pemerintah provinsi akan melakukan pembangunan jalan itu, terutama yang dalam kondisi rusak secara serempak, menggunakan dana pinjaman dari badan usaha dalam negeri dan luar negeri.

Nilai pinjaman yang ditargetkan Pemerintah NTT untuk menuntaskan pengerjaan jalan provinsi  yang rusak itu, yakni Rp 3 triliun.

Langkah itu, kata Yosef, diambil pemerintah NTT agar pembangunan jalan provinsi di wilayah itu tidak lagi menggunakan sistem “cicil”.

“Kalau tahun-tahun yang lalu kita bangun dua kilo (meter), tiga kilo. Sekarang minimal di atas 20 kilo, itu harus dibangun sekaligus,” ujarnya usai acara peletakkan batu pertama pengerjaan jalan provinsi jalur Bealaing-Mukun-Mbazang, di Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, pada Kamis (9/5).

Menurut Wagub Yosef,  pihaknya  telah meminta persetujuan pemerintah pusat untuk mendapatkan pinjaman dana tersebut.

Untuk pinjaman luar Negeri, kata dia, kemungkinan besar berasal dari badan usaha dari China.

Ia mengatakan, meskipun  ada ketentuan soal waktu pengembalian pinjaman yang tidak melebihi periode masa bakti dirinya dan Gubernur Viktor Laiskodat, tapi demi NTT, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan dana itu, tepat waktu.

“NTT harus lepas dari ketertinggalan infrastruktur jalan,” ungkapnya.

Ia berharap agar pemerintah kabupaten juga memprioritaskan pembanguban jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.

“Sehingga, tiga tahun, jalan nasionalnya bagus, jalan provinsinya bagus, jalan kabupatennya bagus. Kemudian, jalan lingkungan sudah menggunakan dana desa,” pungkasnya.

Rosis Adir/Floresa