Labuan Bajo. (Foto: eljohnnews.com).

Labuan Bajo, Floresa.co – Polemik mengenai wisata halal di Labuan Bajo masih terus berlangsung. Sejumlah kalangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak labelisasi halal untuk wisata Labuan Bajo.

Polemik ini bahkan menyerempet ke tuntutan untuk mencopot Direktur Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Shana Fatina. Bahkan ada juga elemen yang menuntut agar BOP dibubarkan.

Semua polemik ini berawal dari kegiatan Sosialisasi Pengembangan Wisata Halal di Labuan Bajo. Dalam kegiatan tersebut, Shana Fatima, pejabat Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat menjadi pembicara.

Persoalannya, setelah polemik berkembang di masyarakat ada kesan tak ada pihak yang mengakui sebagai penyelenggara acara sosialisasi tersebut. BOP mengaku diundang oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Agustinus Rinus mengatakan acara tersebut adalah program Kementerian Pariwisata. Tetapi, Kepala Seksi Pemasaran Dinas Pariwisata Manggarai Barat Frans Nambut, dalam pemberitaan sejumlah media nasional mengatakan bahwa kegiatan sosilisasi tersebut adalah inisiatif mereka.

Keterangan Frans Nambut ini kemudian dibantah lagi oleh atasannya Agustinus Rinus yang mengatakan bahwa Frans Nambut tidak pernah diwawancara media-media tersebut.

“Saya sudah tanya dia (Kepala Seksi Frans Nambut) tidak pernah diwawancarai media terkait berita ini,” kata Gusti Rinus seperti dilansir portal berita Indonesiakoran.com, Minggu (12/5/2019).

BACA: BOP dan Pemkab Mabar Saling Cuci Tangan Terkait Wisata Halal

Surat Undangan Sosialisasi Wisata Halal di Labuan Bajo dari Kementerian Pariwisata. (Foto: Istimewa).

Terkait polemik siapa inisiator kegiatan sosialisasi wisata halal tersebut, Floresa.co mendapati salinan surat undangan acara sosialisasi dengan kepala surat ‘Kementerian Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata’.

Surat tertanggal 23 April 2019 berisi undangan sosialisasi pengembangan wisata halal di Labuan Bajo. Acara sosialisasi ini berlangsung di Sylvia Resort Komodo, Jl Pantai Waicicu Labuan Bajo pada Selasa 30 April 219.

“Dengan ini kami sampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas wisata halal sebagai strategi percepatan pariwisata di Indonesia sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, Kemenerian Pariwisata c.q Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata akan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengembangan Wisata Halal di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur,” demikian cuplikan surat tersebut.

PTD/Floresa