Ilustrasi

Floresa.coSisilia Ijul (45) baru saja pulang dari penggilingan padi pada Senin sore, 6 Mei 2019.

Setiba di rumahnya di Kampung Wunis, Desa Benteng Wunis, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ia tidak melihat putrinya, dengan inisial RAO.

Setelah kemudian tahu bahwa gadis 18 tahun ini ada di dalam kamarnya, ia lalu mengetuk pintu kamar.

Namun, beberapa kali diketuk, tidak ada juga sahutan dari dalam. 

Karena merasa ada yang janggal, pintu pun didobrak, demikian menurut kronologi yang dilaporkan polisi.

Ia kaget setengah mati, karena anaknya itu yang baru tamat SMA tahun ini ternyata sudah menggantung diri.

Seutas tali plastik tampak mengerek lehernya.

Sisilia pun segera memanggil suaminya, Paulus Kader (35), mengabar peristiwa tragis itu.

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, pada pukul 14.00, RAO pulang dari sekolah bersama dengan rekannya, Velola Nianiati.

Setibanya di rumah, keduanya minum kopi  bersama dengan seseorang bernama Frans Abraham.

Setelah minum kopi, RAO pergi mandi dan setelahnnya masuk kamar, lalu mengunci pintu rumah.

Kasus itu dilaporkan ke polisi oleh Yoseph Darmanta, Kepala Desa Wunis.

Polisi menyatakan, pihak keluarga memutuskan menguburkan RAO pada Selasa kemarin, 7 Mei 2019.

“Mereka menolak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” demikian menurut polisi.

Kasus ini terjadi hanya sepekan setelah seorang remaja di Kecamatan Kota Komba juga mengakhir hidup dengan gantung diri.

Siswa kelas III SMP berinisial MMW (16) warga Maghi Leko, Waelengga, Kelurahan Watunggene itu gantung diri di belakang rumah pada 30 April.