Spanduk di depan mobil komando aksi demonstrasi oleh Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar) di Labuan Bajo, 8 Mei 2019, menuntut pembubaran Badan Otoritas Labuan Bajo-Flores (BOPFL). (Foto: Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar) menggelar demonstrasi menolak kehadiran Badan Otoritas Labuan Bajo-Flores (BOPFL) di Labuan Bajo, Rabu, 8 Mei 2019.

Hingga pukul 10.20, massa aksi yang terdiri dari pelaku periwisata dan masyarakat setempat itu masih bersiap-siap di Lapangan Kampung Ujung.

Nampak, di depan mobil komando terdapat spanduk bertuliskan, “Cabut Perpres Nomor 32 Tahun 2018, Bubarkan BOP”.

Menurut Ketua Formapp Mabar, Aloysius Suhartim Karya, langkah itu diambil pihaknya untuk menyadarkan publik jika lembaga yang dibentuk atas instruksi presiden itu bermasalah.

“BOP dengan jelas mengabaikan prinsip demokratis dalam pembangunan karena mengesampingkan peran Pemda dalam mengurus pariwisata,” katanya.

Selain itu, jelas Aloysius, dari segi penguasaan lahan seluas 400 hekar, berpotensi memicu konflik.

“Dewan kepengurusan yang seluruhnya dari lingkaran kementerian juga dengan jelas menunjukkan watak teknokratis dalam pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, kata Aloysius, pihaknya meminta Presiden Jokowi membubarkan lembaga yang dipimpin oleh Shana Fatina itu.

“Beri ruang yang luas bagi Pemda Mabar mengurus rumah tangga pembangunannya,” ucapnya.

Dalam aksi ini, Formapp akan beraudiensi dengan Bupati Mabar, Agustinus CH Dulla dan ke DPRD Mabar.

ARJ/Floresa