Dalam foto ini, tampak jasad Kepala Desa Terong, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai yang membusuk setelah menghilang selama 15 hari. (Foto: Ist)

Ruteng, Floresa.co – Keluarga dari seorang kepala desa di Kabupaten Manggarai yang ditemukan tewas di hutan setelah hilang selama 15 hari menyatakan menolak melakukan visum maupun otopsi, demikian menurut keterangan polisi.

Pihak keluarga menyatakan tidak ingin memproses lebih lanjut peristiwa kematian Eduardus Talus, Kades Terong, Kecamatan Satar Mese Barat yang ditemukan sudah membusuk pada Senin, 6 Mei 2019.

“Pihak keluarga korban yang diwakili oleh saudara sepupu korban atas nama Filipus Tarong menerima kematian korban karena musibah dan tidak menginginkan dilakukan visum pemeriksaan luar maupun outopsi,” demikian keterangan Polres Manggarai yang diperoleh Floresa.co.

Jasad Kades Eduardus ditemukan di Kali Ntunge, dekat Kampung Woang, Desa Terong oleh seorang warga bernama Filipus Harun yang sedang berburu musang.

BACA JUGA: Hilang Selama 15 Hari, Kades di Manggarai Ditemukan Tewas

Ia ditemukan memakai baju batik, sweater biru dan memakai celana pendek.

“Korban meninggal dengan posisi telungkup dan sudah terapung dalam genangan air,” demikian menurut polisi.

Kades berusia 50 tahun itu dilaporkan hilang sejak 20 April.

Ia meninggalkan rumah saat isteri dan anaknya mengikuti Misa Minggu Paskah.

Awalnya, pihak keluarga mengira korban sedang bertamu ke rumah tetangga atau bepergian ke tempat lain.

BACA: Kades di Satar Mese Barat Hilang Sejak Minggu Paskah

Keluarga mulai panik ketika korban tidak kembali ke rumah hingga keesokan harinya. Istri korban pun memberitahukan hal itu kepada warga setempat dan diteruskan ke polisi.

Upaya pencarian yang dilakukan berhari-hari tak membuahkan hasil, hingga kemudian ia ditemukan tewas.

NJM/Floresa